주메뉴바로가기본문바로가기
비즈한국 비즈한국

Akun Berbagi Jeong Su-jin
'When Life Gives You Tangerines', Sebuah Penghormatan untuk Semua Ibu dan Ayah di Dunia

Artikel ini diterjemahkan secara otomatis oleh AI. Mungkin terdapat perbedaan dengan artikel asli berbahasa Korea.  Read original in Korean →

[비즈한국] Setelah Bab 3 dari ‘When Life Gives You Tangerines’ dirilis, saya kembali menangis tersedu-sedu. Sejak awal, drama ini sudah menarik perhatian besar berkat kombinasi impian penulis, sutradara, dan aktornya. Meskipun ada kekhawatiran karena banyak karya Netflix tahun lalu yang kurang memenuhi ekspektasi, ternyata drama ini memang "layak diantisipasi". Drama 16 episode ini dirilis empat episode setiap hari Jumat sepanjang bulan Maret, dan meski episode terakhir baru akan tayang pada 28 Maret, sudah banyak yang memuji ini sebagai 'drama sepanjang masa'.

Drama 초반 감정을 휘몰아치게 만들었던 애순이 엄마 광례. 그리고 처음엔 풍경화 속 인물처럼 조용했으나 후반부에 울음을 터지게 만든 애순의 할머니 춘옥. 영정 사진을 찍으며 이들이 주고받는 대사에서 광광 눈물 흘린 이들이 많을 것. 사진=넷플릭스 제공
Ibu Ae-sun, Gwang-rye, yang membuat emosi penonton meluap di awal drama. Lalu nenek Ae-sun, Chun-ok, yang awalnya tenang seperti karakter dalam lukisan pemandangan namun membuat penonton menangis di bagian akhir. Banyak orang yang pasti menangis saat melihat dialog mereka ketika berfoto untuk foto pemakaman. Foto=Disediakan oleh Netflix

Drama ini menceritakan perjalanan hidup 'si pemberontak yang cerdik' (dialek Jeju: ‘yomangjin’) Oh Ae-sun (IU, Moon So-ri) dan 'si jujur yang teguh' Yang Gwan-sik (Park Bo-gum, Park Hae-joon) melalui empat musim kehidupan mereka. Oh Ae-sun lahir pada tahun 1951, dan Yang Gwan-sik pada tahun 1950, yang berarti di tahun 2025 ini mereka adalah lansia berusia 70-an tahun—seusia dengan orang tua atau kakek-nenek kita. Dengan latar belakang sejarah modern Korea yang penuh gejolak, drama ini menelusuri kehidupan orang tua dan anak-anak yang penuh kesulitan, namun tetap memiliki momen-momen indah bak lukisan.

시인을 꿈꾸는 문학소녀 애순과 열 살 때부터 한결같이 애순을 바라본 관식. 이들의 요망진 봄은 호로록 지나가 버린다. 사진=넷플릭스 제공
Ae-sun, gadis sastra yang bermimpi menjadi penyair, dan Gwan-sik yang telah setia menatap Ae-sun sejak usia sepuluh tahun. Musim semi mereka yang cerdik berlalu begitu saja. Foto=Disediakan oleh Netflix

Bab 1 (Episode 1-4) mencakup masa kecil Ae-sun dan Gwan-sik yang seperti musim semi hingga memasuki musim panas saat mereka menjadi orang tua. Bab 2 (Episode 5-8) menceritakan suka duka mereka sebagai orang tua dan kisah putri sulung Geum-myeong (IU) yang memiliki banyak keinginan. Bab 3 (Episode 9-12) menampilkan episode seputar persiapan pernikahan Geum-myeong dan kisah putra sulung Eun-myeong (Kang Yu-seok) yang sering membuat orang tuanya khawatir, berbeda dengan Geum-myeong yang menjadi tulang punggung keluarga. Dari tahun 1950-an hingga 2000-an, drama ini merajut kisah generasi orang tua dan anak, menyeberang antara masa lalu dan masa kini, dan menyentuh hati penonton dengan menunjukkan isi hati orang tua yang tidak diketahui anak-anak saat itu, serta isi hati anak-anak yang belum dewasa namun bertindak lebih dulu.

1951년생, 가난한 제주도 소녀였던 애순은 그토록 대학을 가고 싶어했지만 이루지 못한다. 그러나 부장원, 부급장을 거쳐 어촌 부계장까지 오르는데. 참고로 부계장 에피소드에선 ‘땐스가 스포츠가 아니던’ 시절의 풍경이 담겨 있다. 사진=넷플릭스 제공
Lahir tahun 1951, gadis Jeju yang miskin, Ae-sun, sangat ingin kuliah namun tidak tercapai. Namun, ia berhasil menjadi wakil ketua desa nelayan. Sebagai catatan, episode wakil ketua desa menggambarkan pemandangan masa ketika 'dansa bukan dianggap sebagai olahraga'. Foto=Disediakan oleh Netflix

Narasi utama mengikuti Ae-sun, Gwan-sik, dan Geum-myeong, namun 'When Life Gives You Tangerines' adalah drama di mana kisah karakter-karakter pendukung juga sangat membekas di hati. Terutama, kehadiran semua ibu di dunia ini yang menguras air mata. Ibu Ae-sun, Jeon Gwang-rye (Yeom Hye-ran), yang muncul di berbagai tempat dan memberikan dampak kuat, adalah karakter pembuka narasi tiga generasi ibu dan anak: Gwang-rye - Ae-sun - Geum-myeong. Ada pula nenek Ae-sun, Kim Chun-ok (Na Moon-hee), yang sepanjang hidupnya bertanya, "Apakah hidupmu sulit?" karena trauma kehilangan anak. Ibu Gwan-sik, Kwon Gye-ok (Oh Min-ae), yang meski memberikan kehidupan menantu yang keras, tahu cara menenangkan Ae-sun setelah kehilangan anaknya. Istri Bu Sang-gil (Choi Dae-hoon), yaitu Park Yeong-ran (Chae Seo-an, Jang Hye-jin), yang tetap merawat anak-anak suaminya dari pernikahan sebelumnya dengan penuh kasih meski diselingkuhi dan disiksa. Juga ibu Park Chung-seop (Kim Seon-ho), yaitu Lee Ji-hyun, yang tetap bangga mempromosikan papan reklame film buatan anaknya meski dikira calo. Bahkan ibu Park Yeong-beom (Lee Jun-young), Yoon Bu-yong (Kang Myung-joo), yang merupakan tipe ibu mertua kejam, memiliki sisi yang memilukan. Betapa menyimpang sekaligus menyedihkan kasih sayang seorang ibu yang mengatakan kepada anaknya, "Kamu adalah kebanggaanku, kamu adalah sebuah mahakarya."

여자지만 어촌계장도 해먹고, 대통령도 해먹을 거라던 포부를 밝혔던 소녀 애순은 자라 결국 어촌계장을 거머쥔다. 영부인을 꿈꾸던 관식이 물심양면 뒷바라지한 것은 물론이다. 사진=넷플릭스 제공
Gadis Ae-sun, yang mengungkapkan ambisinya menjadi ketua desa nelayan bahkan presiden meski seorang wanita, akhirnya berhasil meraih posisi ketua desa nelayan saat dewasa. Tentu saja, Gwan-sik, yang memimpikan menjadi pendamping ibu negara, mendukungnya lahir dan batin. Foto=Disediakan oleh Netflix

Karakter-karakter yang menunjukkan betapa hangat dan tulusnya manusia adalah kekuatan lain dari drama ini. Tentu saja ada trio bibi penyelam (haenyeo), Chung-soo (Cha Mi-kyung), Choi Yang-im (Lee Soo-mi), dan Hong Gyeong-ja (Baek Ji-won), yang menjaga Ae-sun sejak kecil seperti anak sendiri. Ada Na Min-ok (Eom Ji-won) yang memberikan beasiswa kepada Ae-sun, serta pemilik toko serba ada Do-dong-ri (Park Byeong-ho, Song Gwang-ja) yang membantu dan melindungi Ae-sun dan Gwan-sik dari kemiskinan dan harga diri mereka. Ada pula paman Ae-sun, Oh Han-mu (Jeong Hae-kyun) dan istrinya, yang meski kikir, tetap merawat ibu Ae-sun dan melakukan upacara kematian ayahnya dengan tekun. Akting para aktor yang menghidupkan karakter-karakter ini benar-benar patut dipuji. Bahkan penampilan khusus dalam satu episode pun memiliki kehadiran yang luar biasa: pemilik penginapan di Busan (Kang Mal-geum), pemilik toko emas (Shin Mi-young), bos agensi properti (Lee Mi-do), ibu Jenny (Kim Geum-soon), guru kelas Eun-myeong (Park Jae-yoon), dan pemilik teater Cannes (Kim Hae-gon).

시련을 겪은 뒤 내려와 부모의 품을 찾는 금명을 포근히 감싸 안는 애순과 관식. 세상에서 100그램이라도 사라지지 않게 푸지게 먹이고, 졸린 눈을 비비는 딸에게 일출을 보여주는 방식으로. 사진=넷플릭스 제공
Ae-sun dan Gwan-sik memeluk erat Geum-myeong yang kembali ke pelukan orang tua setelah mengalami cobaan. Mereka memberi makan anaknya agar tidak kehilangan berat badan sedikit pun, dan memperlihatkan matahari terbit kepada putrinya yang sedang mengantuk. Foto=Disediakan oleh Netflix

'When Life Gives You Tangerines' sangat berbeda dari drama penuh dopamin akhir-akhir ini. Drama ini menggambarkan hubungan orang tua dan anak melalui suka duka kehidupan empat musim, namun memberikan harapan bahwa 'mungkin ada akhir yang baik' meski dunia ini keras. Saat ini, kata 'baik' sering disalahartikan sebagai 'lugu atau bodoh', namun drama ini tetap melempar harapan bahwa 'bukankah seharusnya ada akhir yang baik bagi orang baik?'. Drama ini juga menunjukkan bahwa akhir yang baik itu tidak harus berupa kesuksesan material atau pengakuan orang lain. Adegan di mana Ae-sun berkata kepada Geum-myeong, yang mengeluh karena hidupnya miskin dan sulit, "Hidup Ibu juga bersinar dengan caranya sendiri. Ada begitu banyak momen yang indah," adalah kalimat yang patut direnungkan.

드라마의 감초이자 평생 애순의 곁을 지켜주는 해녀 이모 삼인방과 애순의 시어머니(왼쪽). 순간순간 추임새처럼 터지는 대사들이 웃음 포인트다. 사진=넷플릭스 제공
Trio bibi penyelam yang menjadi bumbu drama dan menjaga Ae-sun seumur hidup, serta ibu mertua Ae-sun (kiri). Dialog-dialog yang muncul seperti celotehan menjadi poin lucu dalam drama. Foto=Disediakan oleh Netflix

Dialog dan narasi indah karya penulis Lim Sang-chun sangat membekas. Sudah banyak penonton yang mencatat kutipan-kutipan hebat dan permintaan buku naskah di media sosial meledak. Secara pribadi, kalimat yang paling menyentuh adalah ketika Ae-sun paruh baya bertanya kepada bibi Chung-soo, "Kapan aku bisa benar-benar dewasa?", dan bibi Chung-soo menjawab, "Aku juga belum dewasa sepenuhnya." Ini adalah peringatan bagi saya yang sudah merasa tua dan tidak berdaya. Betapa menusuknya narasi yang mengatakan, 'Saat berhadapan dengan orang lain, aku menulis seolah menulis surat cinta, namun kepada penyelamat yang sangat berjasa, aku malah memperlakukannya seperti buku corat-coret.' Pasti banyak orang yang teringat pada dirinya sendiri yang sering merasa kesal pada ibu yang selalu ingin memberi makan dan ingin tahu tentang keseharian anaknya setiap kali mengunjungi rumah orang tua.

최대훈의 미친 연기력으로 빌런인데 미워하지 못하는 빌런으로 인기를 모으는 ‘학씨 아저씨’ 부상길. 아내를 폭력적으로 대하는가 하면 툭하면 바람을 피우는 못된 남편의 전형이지만 말년의 그는 (자승자박이지만) 서글프게 보인다. 사진=넷플릭스 제공
Bu Sang-gil, 'Paman Hak', yang menjadi populer sebagai penjahat yang tidak bisa dibenci berkat akting gila Choi Dae-hoon. Meskipun ia tipe suami jahat yang kasar pada istrinya dan sering berselingkuh, di masa tuanya ia tampak menyedihkan. Foto=Disediakan oleh Netflix

Judul 'When Life Gives You Tangerines', yang dalam dialek Jeju berarti 'Terima kasih banyak atas kerja kerasmu', meringkas isi drama ini dengan sangat baik. Atau bisa juga dibaca sebagai ungkapan yang sering dikatakan Gwang-rye kepada Ae-sun kecil: "Salmin sarajinda (Jika kamu hidup, kamu akan bertahan)." Judul bahasa Inggrisnya juga sama. Terinspirasi dari kutipan filsuf Amerika Elbert Hubbard, 'When Life Gives You Lemons, Make Lemonade', judul bahasa Inggris 'When Life Gives You Tangerines' dengan baik mengekspresikan makna untuk menghadapi kesulitan dan tantangan hidup dengan pikiran positif.

Betapa panjang sekaligus pendeknya hidup ini. Betapa menyedihkan sekaligus cemerlangnya hidup. Dan betapa renggang sekaligus kuatnya hubungan yang terjalin di dalamnya. Tidak mudah mendapatkan pengalaman merenungkan segala jenis emosi seperti ini saat menonton drama. Itulah mengapa saya merasa cemas karena drama ini akan segera berakhir saat menunggu Bab 4 terakhir. Bagi mereka yang menunggu untuk menonton sekaligus, pastikan untuk menyiapkan tisu. Bukan tanpa alasan Yuhan-Kimberly berkolaborasi dengan drama ini untuk merilis tisu 'Kleenex Moisturizing Essence Lotion' edisi terbatas.

Siapakah Penulis Jeong Su-jin?

Ia meliput dan menulis tentang film, perjalanan, dan budaya populer melalui berbagai majalah. Ia tidak ingin ketinggalan tren, namun telah menjadi orang lama yang saat menonton drama terbaru hanya bisa menebak klise yang sudah jelas. Saat ini ia sedang mencoba mengembalikan nalurinya dengan hanyut di dunia OTT yang luas, dengan harapan suatu hari nanti ada sistem langganan OTT terintegrasi.

Artikel ini diterjemahkan secara otomatis oleh AI. Mungkin terdapat perbedaan dengan artikel asli berbahasa Korea.
정수진 대중문화 칼럼니스트
writer@bizhankook.com
저작권자 ⓒ 비즈한국 무단전재 및 재배포 금지