주메뉴바로가기본문바로가기
비즈한국 비즈한국

'Pakar Amunisi' Poongsan Incar Tender Proyek Pemerintah dengan Drone Buatan Sendiri

Artikel ini diterjemahkan secara otomatis oleh AI. Mungkin terdapat perbedaan dengan artikel asli berbahasa Korea.  Read original in Korean →

[비즈한국] Poongsan103140, pakar amunisi, memperluas bisnisnya dengan memilih drone sebagai mesin pertumbuhan masa depan. Perusahaan diperkirakan akan mengikuti tender proyek pemerintah dengan menggabungkan amunisi dan drone yang dikembangkan sendiri.

Angkatan Darat sedang mendorong proyek kebutuhan mendesak untuk memperkenalkan MCD-2, drone tempur multiguna milik Poongsan. MCD-2 adalah drone bunuh diri yang beroperasi dengan memasang sub-amunisi DPICM 40mm atau granat (M67, K413, dll.) tanpa hulu ledak terpisah. Foto = Reporter Jeon Hyun-geon
Angkatan Darat sedang mendorong proyek kebutuhan mendesak untuk memperkenalkan MCD-2, drone tempur multiguna milik Poongsan. MCD-2 adalah drone bunuh diri yang beroperasi dengan memasang sub-amunisi DPICM 40mm atau granat (M67, K413, dll.) tanpa hulu ledak terpisah. Foto = Reporter Jeon Hyun-geon

Menurut industri pertahanan pada tanggal 20, Angkatan Darat sedang mendorong proyek kebutuhan mendesak untuk memperkenalkan drone 'MCD-2' buatan Poongsan. Proyek Angkatan Darat kali ini adalah proyek drone bunuh diri ultra-kecil-I yang bertujuan untuk mengamankan drone serang guna memperkuat kemampuan serangan regu dan meningkatkan kemampuan pelaksanaan misi unit kecil. Drone ini adalah drone bunuh diri yang beroperasi dengan memasang sub-amunisi DPICM 40mm atau granat (M67, K413, dll.) tanpa hulu ledak terpisah, dan strategi pelaksanaan proyek direncanakan akan disusun pada bulan Juni.

Poongsan, yang terpilih sebagai perusahaan industri pertahanan pertama di Korea pada tahun 1973, merupakan perusahaan pertahanan terkemuka yang berhasil melakukan lokalisasi amunisi. Sejak mendirikan lembaga penelitian teknologi pertahanan sendiri pada tahun 2011, perusahaan telah berupaya keras dalam investasi R&D. Poongsan memiliki sistem internal yang mampu menangani seluruh proses mulai dari bahan baku amunisi, pengembangan, desain, manufaktur, inspeksi, hingga pengiriman. Amunisi yang diproduksi bervariasi, mulai dari amunisi kaliber kecil untuk senapan hingga amunisi kaliber besar untuk artileri. Selain amunisi konvensional, amunisi serbaguna dan amunisi pintar juga menjadi cakupan bisnis Poongsan.

Poongsan sedang mempersiapkan pasar pertahanan masa depan dengan strategi jalur ganda (two-track) yaitu amunisi dan drone. Bidang yang baru dijajaki oleh Poongsan secara khusus adalah drone. Mereka sedang mengembangkan berbagai drone militer berdaya hancur tinggi dan efisiensi tinggi, seperti drone tempur multiguna, drone penjatuh amunisi, drone cerdas ultra-kecil, dan drone bunuh diri 40mm.

Poongsan sedang melakukan upaya untuk memaksimalkan sinergi antara kedua bidang tersebut melalui penelitian yang menggabungkan amunisi dan drone yang dikembangkan sendiri. Pada Drone Show Korea yang diadakan di Busan bulan Februari lalu, Poongsan pertama kalinya mengungkap lini produk hulu ledak dan sekering khusus untuk drone. Poongsan telah memulai pengembangan amunisi untuk drone sebagai proyek sipil-militer. Terdapat sekitar 10 jenis amunisi, termasuk amunisi drone yang telah selesai dikembangkan sebagai bagian dari penelitian dan pengembangan nasional, serta amunisi yang masih dalam tahap pengembangan. Eksperimen tempur yang memanfaatkan amunisi drone buatan sendiri dijadwalkan akan dilakukan pada bulan November mendatang.

Dari jajaran drone Poongsan, yang paling menarik perhatian adalah drone tempur multiguna. Drone tempur multiguna diproduksi dalam dua model, yaitu MCD-2 dan MCD-7. MCD-2 yang akan digunakan oleh unit skala regu kecil memiliki bobot 2kg, durasi operasi 10 menit, kapasitas beban 400g, dan radius operasional 2km. Sementara itu, MCD-7 yang akan digunakan di tingkat batalion mampu membawa perlengkapan misi hingga 3kg. Khusus untuk drone MCD-2, sensor visual (EO) telah terpasang di dalamnya sehingga operator dapat mengidentifikasi target yang bersembunyi dengan mata telanjang saat melakukan serangan.

Karya berikutnya yang dikembangkan Poongsan adalah drone cerdas ultra-kecil (MID). Ini adalah sistem drone ultra-kecil berbobot 1kg yang pertama di dunia yang mampu terbang otonom di lingkungan dalam ruangan yang terputus dari komunikasi dan GPS. Proyek ini sedang dikembangkan hingga Oktober 2028 sebagai bagian dari proyek pengembangan teknologi penggunaan ganda sipil-militer. Dalam situasi bencana, drone ini dapat masuk ke struktur bawah tanah dan fasilitas untuk melakukan operasi penyelamatan. Selain itu, jika masuk ke bungker, terowongan, atau gua untuk operasi pembersihan, drone ini dapat memperoleh informasi melalui pengintaian awal terhadap fasilitas dan lorong internal.

MID membuat peta 3D lingkungan dalam ruangan menggunakan sensor optik seperti LiDAR 3D ultra-kecil, ringan, dan berdaya rendah, serta sensor EO/IR untuk mencapai penerbangan otonom di lingkungan seperti terowongan/tempat perlindungan, fasilitas nuklir/rudal, kereta bawah tanah, dan gua. Selain itu, dengan perangkat lunak berbasis AI, drone ini dapat menandai dan memvisualisasikan pasukan musuh atau bahan peledak/beracun pada peta.

Artikel ini diterjemahkan secara otomatis oleh AI. Mungkin terdapat perbedaan dengan artikel asli berbahasa Korea.
전현건 기자
rimsclub@bizhankook.com
저작권자 ⓒ 비즈한국 무단전재 및 재배포 금지