주메뉴바로가기본문바로가기
비즈한국 비즈한국

"Puas dengan Produk India dan China," Brasil Tertarik pada Sistem Pertahanan Udara Cheongung-II

Artikel ini diterjemahkan secara otomatis oleh AI. Mungkin terdapat perbedaan dengan artikel asli berbahasa Korea.  Read original in Korean →

[비즈한국] Brasil, kekuatan militer di Amerika Selatan, saat ini tengah mempromosikan proyek modernisasi sistem pertahanan udara. Meskipun telah bernegosiasi dengan India dan China sejak tahun lalu untuk pengadaan rudal pertahanan udara, negosiasi tersebut mengalami jalan buntu karena performa produk yang ditawarkan belum memenuhi standar yang diminta militer Brasil. Media lokal dan militer Brasil baru-baru ini menunjukkan ketertarikan pada 'Cheongung-II' asal Korea Selatan, yang kinerjanya telah diakui setelah dipasok ke berbagai negara, termasuk di Timur Tengah, sebagai alternatif yang kuat.

Brasil baru-baru ini mempromosikan proyek modernisasi sistem pertahanan udara. Media lokal dan militer Brasil menunjukkan ketertarikan pada Cheongung-II asal Korea Selatan yang kinerjanya telah diakui setelah dipasok ke berbagai negara, termasuk Timur Tengah. Foto=Reporter Jeon Hyun-geon
Brasil baru-baru ini mempromosikan proyek modernisasi sistem pertahanan udara. Media lokal dan militer Brasil menunjukkan ketertarikan pada Cheongung-II asal Korea Selatan yang kinerjanya telah diakui setelah dipasok ke berbagai negara, termasuk Timur Tengah. Foto=Reporter Jeon Hyun-geon

Menurut media militer lokal Brasil pada tanggal 18, Brasil telah mempromosikan proyek untuk memodernisasi sistem pertahanan udara yang sudah usang sejak Juni tahun lalu sebagai bagian dari Program Strategis Angkatan Darat (Prg EE). Sistem pertahanan udara militer Brasil saat ini sebagian besar hanya mampu merespons rudal jarak pendek, sehingga sulit untuk mencegat pesawat tempur, helikopter, drone, rudal jelajah, dan bom berpemandu yang mendekat di ketinggian menengah hingga tinggi.

Militer Brasil telah mengeluarkan maklumat terkait pengadaan sistem pertahanan udara ketinggian menengah dan tinggi. Tujuannya adalah untuk mengamankan sistem pertahanan udara yang mampu beroperasi pada ketinggian 3.000 meter atau lebih. Diketahui bahwa karena pertimbangan politik, Brasil hanya mengadakan sesi penjelasan bisnis untuk India dan China, yang merupakan sesama anggota BRICS.

India menawarkan sistem rudal Akash, sementara China menawarkan sistem rudal darat-ke-udara Sky Dragon kepada Angkatan Darat Brasil. India sendiri memiliki pengalaman mengekspor 15 sistem rudal darat-ke-udara Akash ke Armenia. Komandan Angkatan Darat Brasil, Tomas Miguel, yang melakukan kunjungan resmi ke India tahun lalu, dilaporkan telah melihat langsung uji coba pertempuran sistem Akash tersebut.

Sistem Sky Dragon China saat ini telah digunakan oleh militer Pakistan dan memiliki rekam jejak ekspor ke negara-negara Afrika seperti Maroko dan Rwanda. Delegasi militer Brasil dikabarkan mengunjungi China tahun lalu untuk mengevaluasi kemampuan basis industri pertahanan setempat dan mendiskusikan peluang kerja sama kedua negara dalam kerangka program strategis Angkatan Darat.

Tahun lalu, Angkatan Darat Brasil mencoba memberikan peluang ekspor kepada India dan China, namun kedua sistem tersebut tidak memenuhi persyaratan performa yang diminta militer Brasil. India sempat menawarkan sistem Akash kepada Vietnam, namun pengadaannya gagal. Hal itu terjadi karena meskipun telah dikerahkan dan diuji coba oleh militer Vietnam, rudal tersebut gagal mengenai sasaran dengan baik.

China juga hanya mengerahkan Sky Dragon dalam skala kecil di militernya sendiri, dan meskipun memiliki catatan ekspor ke Afrika, muncul opini bahwa performanya secara keseluruhan rendah. China sempat mencoba mengekspor Sky Dragon ke Timur Tengah dengan harga murah, namun kalah dalam persaingan sehingga kesulitan di pasar ekspor.

Oleh karena itu, media lokal memperkirakan bahwa otoritas Brasil akan memberikan peluang kepada negara non-Barat lainnya selain kedua negara tersebut tahun ini. Terutama, Cheongung-II asal Korea Selatan kini muncul sebagai alternatif yang kuat.

Sistem rudal darat-ke-udara jarak menengah Cheongung-II asal Korea Selatan dilengkapi dengan radar AESA canggih yang mampu melacak berbagai target sekaligus. Dengan struktur modularnya, sistem ini memungkinkan integrasi yang fleksibel, seperti kendaraan peluncur untuk operasi yang fleksibel, radar portabel, dan unit pasokan ulang.

Keunggulannya juga terletak pada jadwal pengiriman yang lebih cepat dibandingkan pesaing, kemampuan penyesuaian lokal, serta harga yang kompetitif. Performa unggulnya telah terbukti karena sudah dioperasikan oleh militer Korea Selatan dan negara-negara Timur Tengah. Bahkan, sistem rudal Akash asal India pernah kalah dalam persaingan tender melawan Cheongung-II di Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA).

Brasil memiliki wilayah yang luas, sehingga diperkirakan akan membeli banyak baterai rudal di masa depan. Jika berhasil memenangkan kontrak ekspor, perusahaan pertahanan domestik seperti LIG Nex1079550, Hanwha Systems272210, dan Hanwha Aerospace012450 diperkirakan akan memperoleh keuntungan yang signifikan.

Brasil kemungkinan akan meminta transfer teknologi dan perdagangan imbal balik kepada negara pengekspor sistem pertahanan udara. Seorang pejabat KOTRA menjelaskan, “Pilihan akhir Brasil diperkirakan akan diputuskan berdasarkan berbagai faktor. Kondisi transfer teknologi dan keuntungan ekonomi kemungkinan akan menjadi pertimbangan penting. Angkatan Darat Brasil dijadwalkan untuk menyelesaikan studi kelayakan, dan arah pengadaan yang konkret akan diputuskan melalui proses tersebut.”

Artikel ini diterjemahkan secara otomatis oleh AI. Mungkin terdapat perbedaan dengan artikel asli berbahasa Korea.
전현건 기자
rimsclub@bizhankook.com
저작권자 ⓒ 비즈한국 무단전재 및 재배포 금지