[비즈한국] “Saya bangga menyebut pameran ini sebagai pameran yang membentuk perspektif sejarah seni Korea.” Penulis Jeon Jun-yeop, editor seni BizHankook sekaligus kurator Proyek Dukungan Seni Korea, memberikan penilaian tersebut saat pembukaan Pameran Proyek Dukungan Seni Korea 2025 pada tanggal 12 Maret.

Pameran Proyek Dukungan Seni Korea 2025 dibuka pada tanggal 12 di Insa Art Center, yang terletak di Insadong, Seoul. Diselenggarakan oleh ‘BizHankook’ dan ‘Ilyo Shinmun’ serta didukung oleh Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata, pameran ini merupakan pameran seni yang bertujuan untuk menemukan dan memperkenalkan seniman-seniman seni rupa Korea. Proyek yang kini memasuki tahun ke-10 ini telah memperkenalkan lebih dari 220 seniman hingga saat ini. Dalam pameran kali ini, logo dengan branding baru juga turut diperkenalkan.
Tahun ini, 70 karya dari 19 seniman mewarnai suasana Insadong. Seniman yang terpilih adalah mereka yang tekun berkarya dengan ciri khas masing-masing, tanpa memandang usia, pengalaman, maupun genre. Ada seniman yang baru memulai debutnya di dunia seni, namun ada pula yang sudah memiliki segudang pengalaman. Melalui proyek ini, banyak seniman yang kemudian mendapat perhatian dari pasar seni dan aktif berkarya.


Pameran Proyek Dukungan Seni Korea merangkum ‘10 tahun’ sejarah seni rupa Korea. Jeon Jun-yeop, kurator proyek, mengatakan, “Ini adalah satu-satunya program yang belum pernah dicoba oleh media, organisasi budaya, maupun lembaga pemerintah mana pun. Sejarah 10 tahun ini telah menciptakan sudut pandang untuk mengamati tren seni rupa kontemporer Korea. Akhir-akhir ini, terlihat jelas upaya untuk menafsirkan teknik baru dan estetika Korea secara modern. Semua itu tercermin dalam pameran ini. Pesertanya pun beragam, mulai dari mahasiswa hingga seniman berusia 70-an.”
Kim Won-yang, CEO Ilyo Shinmun, menyampaikan dalam sambutannya, “Seni selalu hadir untuk menyembuhkan luka masyarakat. Refleksi, empati, dan penyembuhan adalah hal-hal yang kita rasakan saat melihat karya seni. Saya yakin berbagai kegiatan seni akan memberikan kekuatan bagi masyarakat kita untuk terhibur dan bangkit kembali.”
Lee Young-soo, Ketua Asosiasi Proyek Dukungan Seni Korea, mengatakan, “Saya berterima kasih dapat mengadakan pameran yang luar biasa ini di masa yang sulit. Mendukung seniman dan menjalankan pameran selama lebih dari 10 tahun memiliki makna yang sangat besar.”
Asosiasi Proyek Dukungan Seni Korea adalah organisasi yang dibentuk secara sukarela oleh para seniman alumni proyek ini, dan mereka aktif mengadakan pameran setiap tahun. Tahun ini, mereka juga dijadwalkan akan mengadakan pameran di Hyehwa Art Center, Hyehwa-dong pada bulan September.




Karya-karya dengan teknik dan genre yang beragam menarik perhatian pengunjung, seperti karya Park Yong-il yang melukis Bojagi (kain pembungkus) sebagai simbol keharmonisan, Kim Gro yang melukis kenangan indah, Park Jong-hwa yang melukis pemandangan seperti dalam film, Kim Ki-seop yang menghadirkan lanskap yang fantastis namun sepi, hingga Kim Yeon yang menghibur pengunjung melalui lukisan lanskapnya.
Seniman Lee Sun-woo yang pertama kali berpartisipasi dalam pameran ini mengatakan, “Pameran ini adalah debut saya. Saya sangat berterima kasih telah diberikan kesempatan bagi seniman pendatang baru. Saya mencoba menuangkan pemandangan sehari-hari ke dalam karya saya. Saya berharap siapa pun yang melihat karya ini dapat merasakan ketenangan.”
Choi Won-seok, seniman yang mengekspresikan seni lukis tradisional Korea secara modern, berbagi kesannya, “Meskipun saya sudah mengadakan 56 pameran tunggal, ini adalah pertama kalinya saya mengikuti pameran dengan cara seperti ini. Saya memutuskan untuk berpartisipasi karena menurut saya ini sangat bermakna. Saya menggambar kucing dengan melanjutkan teknik tradisional seni lukis berwarna, yang terinspirasi dari cerita yang saya dengar dari kakek-nenek saya saat kecil.”
Park Young-ha, seniman yang juga berperan mendesain logo untuk pameran ini, mengatakan, “Logo ini dibuat dengan menggunakan berbagai bentuk geometris. Secara khusus, saya menggunakan warna merah dan biru yang meniru warna Cheongsachorong (lampion tradisional Korea).”
Para pengunjung juga memberikan ulasan yang sangat positif. Banyak pengunjung yang memuji selera artistik yang canggih serta teknik yang unik. Seorang pengunjung menunjuk karya Kim Yeon-ju dan berkata, “Penggabungan antara hewan peliharaan dan minuman keras sangat inovatif. Saya ingin membeli karyanya, tapi sayangnya sudah terjual.” Seorang pengunjung berusia 60-an berkomentar, “Karyanya sangat segar dan menarik. Saya suka karena terasa sangat muda dan kekinian.”
Pameran ini berlangsung hingga Senin, tanggal 17 Maret, di ruang pameran utama lantai 1 Insa Art Center, Jongno-gu, dan dapat dikunjungi secara gratis setiap hari mulai pukul 10.00 hingga 19.00.