주메뉴바로가기본문바로가기
비즈한국 비즈한국

Design Winery
Kantor Baru Gentle Monster yang Menjelang Rampung dan 'Brutalisme'

Artikel ini diterjemahkan secara otomatis oleh AI. Mungkin terdapat perbedaan dengan artikel asli berbahasa Korea.  Read original in Korean →

[비즈한국] Akhir-akhir ini, ada satu bangunan di Seongsu-dong, Seoul, yang menarik perhatian banyak orang. Bangunan tersebut adalah kantor baru dari merek kacamata Gentle Monster (IICOMBIND). Alasan mengapa bangunan yang belum resmi dibuka ini mencuri perhatian terletak pada eksteriornya. Selain karena tingginya yang jauh melebihi bangunan di sekitarnya, bentuk bagian bawah, tengah, dan atasnya sangat kontras, seolah-olah tiga bangunan berbeda disatukan. Terutama bagian atas yang menjulur ke empat arah, mengingatkan kita pada teleskop yang memantau berbagai bangunan biasa di pusat kota atau kacamata futuristik dari film fiksi ilmiah. Seolah-olah berbagai informasi akan muncul dan diputar di permukaannya kapan saja.

Kantor baru Gentle Monster yang menjelang rampung. Struktur unik yang menggabungkan bentuk berbeda dari bagian bawah, tengah, dan atas menarik perhatian. Foto=Webzine KCC
Kantor baru Gentle Monster yang menjelang rampung. Struktur unik yang menggabungkan bentuk berbeda dari bagian bawah, tengah, dan atas menarik perhatian. Foto=Webzine KCC002380

Rasanya kurang tepat jika hanya menyebut tampilan ini sebagai 'unik'. Istilah yang sering disebutkan berbagai media untuk menjelaskannya adalah Brutalisme (brutalism). Dalam arsitektur, brutalisme adalah gaya yang sangat populer selama 20 tahun sejak tahun 1950-an pasca Perang Dunia II, yang bertujuan untuk konstruksi cepat dan fungsionalitas tinggi. Ciri khasnya adalah tampilan eksterior yang terlihat kokoh dengan beton mentah yang dibiarkan terekspos. Gaya ini juga banyak diterapkan di blok komunis yang dulu mementingkan kontrol kolektif. Seiring berjalannya waktu, konteks pemulihan pasca-perang hampir hilang, dan kini istilah ini lebih merujuk pada tampilan masif dan geometris yang dihasilkan oleh gumpalan beton ekspos yang besar. Bangunan yang dikategorikan dalam gaya ini memiliki kesamaan, yaitu memancarkan aura intimidasi yang kuat terlepas dari ukurannya. Contoh terdekatnya adalah Terminal Bus Ekspres di Banpo, Seoul (1981), yang menggunakan beton bertumpuk berbentuk piramida.

Kantor baru Gentle Monster juga dapat dianggap mendekati arsitektur brutalisme secara visual. Selama ini, Gentle Monster telah menjalankan strategi yang melampaui imajinasi publik di berbagai aspek, seperti koleksi produk dan gerai pop-up. Sudah dapat diprediksi bahwa Gentle Monster tidak akan membuat kantor pusat yang biasa saja, tempat di mana mereka dapat memadatkan identitas mereknya. Perancangannya dipercayakan kepada 'The_System Lab', firma yang tengah memperluas pengaruhnya di Seongsu-dong. Hasilnya adalah bentuk yang bahkan terlihat memberontak, karena mereka keluar dari bingkai arsitektur komersial tipikal dan fokus pada bentuk itu sendiri serta ketegangan yang dirasakan dari luar.

Upaya seperti ini memiliki dua risiko besar. Pertama, jika suatu saat kepemilikan berpindah tangan karena alasan tertentu, fleksibilitas penggunaan bangunan tersebut menjadi terbatas. Kedua adalah kesan gersang. Bangunan brutalisme bersifat dominan. Kata 'dominan' memiliki sisi yang kurang manusiawi. Artinya, ada risiko bangunan tersebut dipandang sebagai struktur yang dingin dan gersang jika melampaui batas tertentu, yang justru menimbulkan ketidaknyamanan daripada rasa simpatik. Saat mengejar gaya brutalisme, jika keanehan yang muncul dari pengulangan massa yang berat tidak dinetralkan dengan baik, risiko menghasilkan karya yang aneh dan dihindari lingkungan sekitar akan sangat tinggi.

Kantor baru Gentle Monster tampaknya tidak sepenuhnya menghilangkan kesan asing yang mungkin terasa mengganggu tersebut. Namun, alih-alih mengulang bahasa desain yang sama, mereka justru menyatukan bentuk-bentuk yang sama sekali berbeda untuk mengalihkan perhatian secara proporsional. Melewati bagian bawah yang didominasi lengkungan, lalu muncul kerangka kisi yang menonjol di bagian tengah, rangka berbentuk X, serta dinding tirai (curtain wall) yang terbentang di atasnya, dengan jelas menunjukkan identitas merek yang piawai dalam menggabungkan elemen-elemen asing.

Bentuk bangunan yang terungkap menjelang penyelesaian ini hampir identik dengan gambar rancangan awal. Terlepas dari risiko di atas, arsitektur eksperimental yang mewujudkan prinsip 'berbeda' yang dianut pemilik bangunan telah tercipta. Di tengah maraknya bangunan komersial yang seragam, menarik untuk disimak lanskap dan cerita seperti apa yang akan diciptakan oleh kantor baru yang disebut sebagai redefinisi brutalisme ini saat berpadu dengan lingkungan Seongsu-dong.

Artikel ini diterjemahkan secara otomatis oleh AI. Mungkin terdapat perbedaan dengan artikel asli berbahasa Korea.
한동훈 서체 디자이너
writer@bizhankook.com
저작권자 ⓒ 비즈한국 무단전재 및 재배포 금지