[비즈한국] Libur panjang Tahun Baru Imlek adalah waktu yang tepat untuk berkumpul bersama keluarga setelah sekian lama. Meski keluarga adalah orang-orang yang disayangi, karena sudah sama-sama dewasa dan tidak lagi tinggal serumah, terkadang sulit menemukan topik percakapan atau hiburan yang bisa dinikmati bersama. Bahkan di liburan kali ini, karena situasi politik yang sensitif, bisa saja ada anggota keluarga yang membawa topik panas yang memicu perdebatan atau suasana hening yang canggung. Jika Anda menginginkan konten yang bisa dinikmati seluruh keluarga dengan santai, bagaimana dengan Netflix Original 'Severe Trauma Center' yang dirilis pada 24 Januari? Meski bertema drama medis, ia lebih terasa seperti aksi fantasi yang menghibur tanpa menyakiti perasaan siapa pun.

'Severe Trauma Center' menceritakan proses transformasi tim trauma berat di Rumah Sakit Universitas Korea menjadi pusat trauma terbaik di bawah komando spesialis bedah Baek Kang-hyuk (Ju Ji-hoon), yang dijuluki sebagai 'Tangan Dewa' berkat pengalamannya di medan perang. Diadaptasi dari novel web 'Severe Trauma Center: Golden Hour' karya penulis yang juga mantan dokter, 'Hansan-iga', cerita ini juga populer dalam bentuk webtoon. Seperti drama MBC tahun 2012 'Golden Time', drama ini mengangkat latar realitas dunia trauma berat di Korea, namun memberikan keseruan dengan nuansa yang benar-benar berbeda. Terutama karena karakternya yang sangat berani. Anda bisa merasakan nuansa drama ini sejak adegan pertama: lihatlah Baek Kang-hyuk yang menerobos medan perang asing dengan sepeda motor, mempertaruhkan nyawa demi membawa antibiotik ke rumah sakit. Dia seorang dokter, tapi aksinya menyaingi agen khusus dalam film aksi.

Selanjutnya, Baek Kang-hyuk bergabung dengan tim trauma berat Rumah Sakit Universitas Korea atas perintah Menteri Kesehatan dan Kesejahteraan Kang Myung-hee (Kim Sun-young). Di sana, ia membentuk 'Tim Impian Trauma Berat' bersama rekan-rekannya, seperti fellow departemen proktologi Yang Jae-won (Choo Young-woo), perawat senior tahun kelima tim trauma Cheon Jang-mi (Ha-young), dan residen anestesiologi Park Gyeong-won (Jeong Jae-kwang). Melihat Baek Kang-hyuk yang berani melompat dari helikopter saat cuaca buruk atau melubangi kepala pasien dalam ambulans yang berguncang demi menyelamatkan nyawa, terasa sangat melegakan.
Drama ini terasa seperti 'aksi medis' sepenuhnya berkat karakter Baek Kang-hyuk. Selain punya kemampuan hebat, ia tidak segan memarahi siapa pun, mulai dari menteri yang merekrutnya hingga direktur rumah sakit atau kepala departemen yang berkuasa. Rasanya sangat memuaskan bagi penonton yang lelah dengan realitas. Meski begitu, ia bukan dokter yang sok idealis atau kaku. Sebagai spesialis trauma yang harus cepat mengambil keputusan dalam situasi genting, ia kadang-kadang cukup licin dalam menghadapi orang berkuasa atau media. Ada banyak elemen yang membuat penonton terpikat.

Hubungan antar karakter juga menarik. Chemistry guru-murid antara Baek Kang-hyuk dan Yang Jae-won, serta hubungan Baek Kang-hyuk dan Cheon Jang-mi yang saling menghormati meski sering bertengkar, terasa menyenangkan. Selain itu, persaingan antara Yang Jae-won dan Park Gyeong-won untuk mendapatkan pengakuan dari Baek Kang-hyuk juga lucu. Yang paling menonjol adalah bromance ala Tom and Jerry antara Baek Kang-hyuk dan kepala departemen proktologi Han Yu-rim (Yoon Kyung-ho), yang awalnya adalah musuh namun terjebak dalam suatu insiden. Komedi dalam 'Severe Trauma Center' cukup berhasil, dan sebagian besar bersumber dari pasangan Baek Kang-hyuk dan Han Yu-rim. Selain itu, pemeran pendukung lainnya seperti Menteri Kesehatan Kang Myung-hee, direktur rumah sakit Choi Jo-eun (Kim Eui-sung), dan kepala departemen administrasi Hong Jae-hoon (Kim Won-hae) juga berperan penting.

Akting para aktor yang memerankan karakter masing-masing dengan pas juga bersinar. Kombinasi Ju Ji-hoon, yang bekerja keras sepanjang tahun 2024 melalui tiga drama ('Blood Free', 'Love in the Big City', 'Light Shop'), dan Choo Young-woo, aktor yang sedang naik daun berkat 'The Tale of Lady Ok', terbukti sukses. Ha-young, yang memerankan perawat tangguh Cheon Jang-mi, mencuri perhatian sejak perannya sebagai biarawati bertato di 'Extraordinary Attorney Woo' dan kali ini ia menunjukkan pesona yang luar biasa. Tidak perlu ditanyakan lagi kualitas akting Yoon Kyung-ho sebagai Han Yu-rim; ia sangat lucu saat berubah dari antagonis menjadi sosok yang tak berdaya di depan Baek Kang-hyuk.

Meskipun ini adalah drama medis yang menawarkan sensasi seperti komik, ada banyak adegan yang menyentil realitas dunia medis Korea dan sistem trauma berat yang buruk. Masalah kekurangan anggaran, tenaga kerja, dan realitas bahwa semakin banyak orang yang diselamatkan justru menambah kerugian rumah sakit digambarkan dengan cukup tajam. Adegan di rapat direktur rumah sakit yang menyebutkan bahwa urutan pendapatan tertinggi adalah pemakaman dan lahan parkir, serta kritik mereka terhadap tim trauma yang dianggap merugi, atau dokter yang berharap pasien trauma tidak datang karena takut biaya operasional helikopter, terasa sangat nyata. Ini adalah tuduhan yang lugas terhadap realitas mengerikan di mana pasien yang seharusnya bisa diselamatkan justru meninggal karena 'penolakan unit gawat darurat'.

'Severe Trauma Center' terdiri dari 8 episode dengan durasi sekitar 50 menit per episode, jadi Anda bisa menuntaskannya dalam waktu sekitar 7 jam selama liburan. Tanpa romansa yang tidak perlu, drama ini melaju dengan cepat, jadi silakan nikmati bersama seluruh keluarga.
Siapa penulis Jung Su-jin?
Ia meliput dan menulis tentang film, perjalanan, dan budaya populer melalui berbagai majalah. Ia tidak ingin ketinggalan tren, tetapi ia telah menjadi orang "jadul" yang saat menonton drama terbaru selalu bisa menebak klise berikutnya. Saat ini, ia mencoba menemukan kembali kepekaannya dengan menjelajahi dunia OTT yang luas, dan harapan terbesarnya saat ini adalah adanya layanan langganan terintegrasi untuk semua platform OTT.