[비즈한국] Industri farmasi sedang berjuang menghadapi tantangan dalam menyediakan dana untuk pajak warisan. Tarif pajak warisan tertinggi di Korea Selatan tergolong tinggi, yakni mencapai 50%. Hanmi Group sempat mengalami konflik internal keluarga tahun lalu terkait cara pengumpulan dana pajak warisan yang mencapai 540 miliar won. Mengingat sebagian besar perusahaan farmasi kini telah memasuki era kepemimpinan generasi kedua dan ketiga, mereka memikul beban pajak warisan yang cukup berat.

Boryung003850 Group baru-baru ini mempercepat proses suksesi bagi pemimpin generasi ke-3, CEO Kim Jung-kyun, melalui serangkaian penjualan aset. Tahun lalu, Boryung menjual anak perusahaannya, Boryung Biopharma, ke sebuah perusahaan ekuitas swasta seharga 32,2 miliar won dan menggunakan sebagian dananya untuk mendukung penambahan modal Boryung Partners. Tidak berhenti di situ, mereka juga menjual gedung kantor pusat di Jongno-gu, Seoul senilai 131,5 miliar won, dan menjual setengah dari kepemilikan saham di anak perusahaan, ViroMed (Bayoncell), pada akhir tahun. Boryung diperkirakan akan menjual sisa sahamnya setelah periode penguncian (lock-up) berakhir pada Agustus tahun ini.
Selama ini, industri farmasi lebih memilih metode konversi menjadi perusahaan induk (holding company) saat melakukan suksesi. Hal ini dilakukan karena metode tersebut dapat memberikan keuntungan penghematan pajak warisan. Dong-A Pharmaceutical beralih menjadi perusahaan induk pada tahun 2013 dan memecah bisnisnya menjadi Dong-A Socio Holdings000640, ST Pharm, dan Dong-A Pharmaceutical. Ildong Pharmaceutical249420 pada tahun 2016 mendirikan Ildong Holdings sebagai perusahaan induk dan membagi unit bisnisnya menjadi Ildong Pharmaceutical, Ildong Bioscience, dan Ildong Hitech. Pada tahun yang sama, Huons juga memisahkan diri menjadi perusahaan induk Huons Global dan perusahaan operasional Huons. Green Cross (GC), Daewoong Pharmaceutical, JW Pharmaceutical, Hanmi Pharmaceutical128940, dan Chong Kun Dang juga telah beralih ke sistem perusahaan induk.
Saat ini, tidak sedikit perusahaan farmasi yang telah beralih ke manajemen generasi ke-2 dan ke-3. Tahun lalu, promosi para pemilik generasi ke-3 terus berlanjut di perusahaan farmasi seperti Daewon Pharmaceutical, Samjin Pharmaceutical, Handok, dan Dongkook Pharmaceutical, serta di perusahaan bio seperti SK Biopharmaceuticals dan Lotte Biologics. Ketua Celltrion068270, Seo Jung-jin, sempat menarik perhatian pada acara merger grup tahun 2023 dengan mengatakan, "Karena pajak warisan, jika saya meninggal, perusahaan ini akan menjadi milik negara." Diperkirakan jumlah pajak warisan yang harus dibayar Ketua Seo mencapai sekitar 6 triliun won. Setelah integrasi Celltrion dan Celltrion Healthcare pada tahun 2023, putranya, CEO Seo Jin-seok, kini memimpin perusahaan sebagai co-CEO Celltrion.
Oleh karena itu, muncul pula pergerakan menuju sistem manajemen profesional. Contoh perusahaan yang paling menonjol adalah Yuhan Corporation. Pendiri mendiang Dr. Yu Il-han telah menyerahkan hak manajemen kepada manajer profesional sejak tahun 1969. Cucu perempuan Dr. Yu, Ibu Yu Il-ling, hanya berpartisipasi sebagai direktur di Yuhan Academy. Pemegang saham terbesar Yuhan Corporation adalah yayasan publik, Yuhan Foundation. Hanmi Pharmaceutical, yang baru saja mengalami sengketa hak manajemen, kini juga bersiap untuk membangun sistem manajemen profesional. Perhatian juga tertuju pada keputusan Ketua Celltrion, Seo Jung-jin, yang masa jabatannya akan berakhir pada bulan Maret mendatang. Putranya, CEO Seo Jin-seok, baru-baru ini membeli saham Celltrion untuk pertama kalinya, namun Ketua Seo di masa lalu telah berulang kali menyatakan pandangan negatif terhadap suksesi generasi ke-2 karena beban pajak warisan.
Industri farmasi sempat mengharapkan adanya pemotongan pajak warisan setelah pemerintahan Yoon Suk-yeol dimulai. Pada bulan Juni tahun lalu, Kepala Kebijakan Kantor Kepresidenan, Sung Tae-yoon, sempat memberikan sinyal positif dengan menyatakan, "Ketika perusahaan ingin diwariskan kepada anak-anak, kepastian mengenai apakah hak manajemen atau perusahaan itu sendiri bisa diwariskan menjadi tidak jelas setelah membayar pajak. Kita harus beralih ke sistem pajak keuntungan modal yang diterapkan oleh sebagian besar negara." Namun, akibat penolakan kuat dari pihak oposisi serta pemakzulan dan penyelidikan terhadap Presiden Yoon Suk-yeol, upaya reformasi perpajakan tersebut secara praktis kehilangan momentumnya.