주메뉴바로가기본문바로가기
비즈한국 비즈한국

Samsung, SK, Hyundai Motor, dan LG Telah Kembali, namun Isu 'Pengabaian FKI' Muncul Lagi Akibat Krisis Darurat Militer

Artikel ini diterjemahkan secara otomatis oleh AI. Mungkin terdapat perbedaan dengan artikel asli berbahasa Korea.  Read original in Korean →

[비즈한국] Suasana di kalangan politik terhadap Korea Economic Association (FKI; dulunya Federation of Korean Industries) kini tengah tidak kondusif. FKI tidak diundang dalam pertemuan ekonomi yang diselenggarakan oleh Partai Demokrat, sehingga memicu kekhawatiran di kalangan pebisnis bahwa fenomena 'pengabaian FKI' (FKI passing) mungkin terulang kembali.

서울시 영등포구에 위치한 한국경제인연합회. 사진=박정훈 기자
Asosiasi Ekonomi Korea yang berlokasi di Yeongdeungpo-gu, Seoul. Foto=Reporter Park Jung-hoon

Gugus Tugas (TF) Revitalisasi Pasar Saham Partai Demokrat mengadakan pertemuan dengan berbagai organisasi ekonomi pada November tahun lalu. Pertemuan tersebut bertujuan untuk membahas revisi Undang-Undang Komersial. Pertemuan itu dihadiri oleh perwakilan organisasi ekonomi utama seperti Kamar Dagang dan Industri Korea (KORCHAM), Asosiasi Manajemen Korea (KEF), Asosiasi Perdagangan Internasional Korea (KITA), dan Federasi Koperasi Bisnis Korea. Namun, tidak ada perwakilan dari FKI yang hadir.

Ketua Majelis Nasional Woo Won-shik juga menyelenggarakan pertemuan ekonomi pada Desember tahun lalu. Meskipun Ketua KORCHAM Chey Tae-won dan Ketua KEF Sohn Kyung-shik hadir, perwakilan FKI tidak terlihat. Hal ini memicu analisis bahwa Partai Demokrat sengaja mengecualikan FKI. Seorang pejabat FKI pun menyatakan, "Setahu saya, kami tidak menerima pemberitahuan (untuk menghadiri pertemuan) dari Partai Demokrat."

Beberapa pihak menilai bahwa konflik antara FKI dan Partai Demokrat dipicu oleh sikap FKI yang menentang revisi UU Komersial. Poin utama revisi tersebut adalah memperluas cakupan kewajiban loyalitas direksi dari yang semula hanya kepada 'perusahaan' menjadi kepada 'perusahaan dan pemegang saham', dengan tujuan untuk memperkuat hak-hak pemegang saham. Revisi UU Komersial ini didorong oleh inisiatif Partai Demokrat.

Pada November tahun lalu, FKI bersama 16 pimpinan perusahaan besar domestik mengeluarkan 'Pernyataan Darurat Pimpinan Perusahaan untuk Kebangkitan Ekonomi Korea'. Dalam pernyataan tersebut, pimpinan perusahaan menyatakan, "Kami berharap pemerintah lebih berfokus pada RUU dan anggaran untuk memulihkan ekonomi daripada berbagai legislasi regulasi seperti revisi UU Komersial yang sedang didiskusikan saat ini. Revisi UU Komersial dapat menyebabkan hambatan besar bagi manajemen perusahaan secara keseluruhan, sehingga pendekatan lain seperti revisi UU Pasar Modal akan jauh lebih bijak."

Namun, bukan hanya FKI yang menentang revisi UU Komersial; KORCHAM dan KEF pun memiliki sikap yang sama. Meski begitu, alasan FKI menjadi target utama dianalisis karena adanya tokoh yang cenderung pro-'Partai Kekuatan Rakyat' (PPP) di dalamnya. Saat ini, penasihat FKI dijabat oleh Kim Byung-joon, mantan Ketua Komite Darurat Partai Kebebasan Korea.

Keberadaan Penasihat Kim Byung-joon tidak hanya berdampak pada dunia politik, tetapi juga pada perusahaan anggota FKI. Ketua Komite Kepatuhan Samsung, Lee Chan-hee, saat ditanya mengenai pembayaran iuran FKI pada Agustus tahun lalu, menjawab, "Saya secara mendasar meragukan apakah (FKI) telah melakukan peremajaan personel yang dapat benar-benar memutus hubungan kolusi politik dan bisnis." Pernyataan ini ditafsirkan sebagai sindiran terhadap Kim Byung-joon. Samsung Group akhirnya menyetujui pembayaran iuran FKI. Namun, kabarnya banyak perusahaan besar lainnya yang merasa khawatir akan terlibat dalam isu kolusi politik dan bisnis. Akan tetapi, Penasihat Kim Byung-joon telah menyatakan akan mengundurkan diri pada Februari 2025.

서울시 여의도에 있는 더불어민주당 당사. 사진=이종현 기자
Kantor pusat Partai Demokrat di Yeouido, Seoul. Foto=Reporter Lee Jong-hyun

Partai Demokrat sebenarnya telah menunjukkan sikap bermusuhan terhadap FKI sejak lama. Ketika FKI diluncurkan kembali dengan nama baru pada tahun 2023, Han Min-soo, yang saat itu menjabat sebagai juru bicara Partai Demokrat, mengkritik, "Jangan mengira Anda bisa menghapus masa lalu FKI yang buruk dari ingatan rakyat hanya dengan mengganti papan nama." Ia menambahkan, "Praktik mencoba menipu rakyat dengan hanya mengganti kemasan sementara isinya tetap sama menunjukkan bahwa FKI sama sekali tidak melakukan refleksi diri."

FKI sempat mendapat kecaman keras dari Partai Demokrat karena keterlibatannya dalam skandal Choi Soon-sil di masa lalu. Bahkan, di bawah pemerintahan Moon Jae-in, FKI dikecualikan dari acara-acara utama pemerintah, yang memunculkan istilah 'pengabaian FKI'. Seorang pengamat industri menyatakan, "Jika Partai Demokrat yang dulu bersikap kritis tiba-tiba berubah menjadi bersahabat, mereka bisa menghadapi masalah kredibilitas. Karena masih banyak rakyat yang ingat skandal Choi Soon-sil, mereka tidak bisa dengan mudah merangkul FKI," analisisnya.

Dengan disahkannya mosi pemakzulan Presiden Yoon Suk-yeol oleh Majelis Nasional, kemungkinan pemilihan presiden dipercepat kini semakin tinggi. Saat ini, berbagai jajak pendapat menempatkan pemimpin Partai Demokrat, Lee Jae-myung, sebagai calon presiden nomor satu. Di dunia bisnis, muncul kekhawatiran bahwa jika Partai Demokrat berkuasa, posisi FKI akan semakin terpojok. Dalam skenario tersebut, perusahaan-perusahaan besar domestik kemungkinan besar tidak punya pilihan selain mengandalkan KORCHAM dan KEF sebagai saluran komunikasi dengan pemerintah, alih-alih FKI.

Di sisi lain, ada pandangan bahwa situasinya akan berbeda dengan pemerintahan Moon Jae-in. Hal ini dikarenakan posisi FKI saat ini telah mencapai tingkat yang tidak bisa diabaikan dibandingkan era pemerintahan Moon. Selama pemerintahan Moon, empat grup perusahaan besar termasuk Samsung, SK034730, Hyundai Motor005380, dan LG003550 sempat keluar dari FKI, namun saat ini keempatnya telah bergabung kembali. FKI kini juga aktif berupaya memperluas jangkauannya dengan mengajak perusahaan seperti HYBE352820 dan Naver untuk bergabung.

FKI juga berupaya keras untuk menunjukkan eksistensinya. Pada Desember tahun lalu, FKI mengirim surat kerja sama kepada perusahaan anggota untuk meningkatkan permintaan domestik. Hal-hal yang diminta untuk dikerjasamakan antara lain: tetap melaksanakan acara/pertemuan akhir tahun, mendorong karyawan menggunakan sisa cuti, melakukan pembelian awal perlengkapan dan bahan habis pakai, kontrak acara lebih awal dan pembayaran uang muka, serta pembayaran lebih awal kepada mitra pemasok.

Langkah Ketua FKI Ryu Jin juga menjadi sorotan. Dunia bisnis berharap Ryu dapat berperan sebagai jembatan bagi Presiden terpilih AS, Donald Trump. Diketahui bahwa Ryu telah diundang ke upacara pelantikan Trump dan sedang mengoordinasikan kehadirannya. Dalam pidato tahun baru 2025, Ryu menyatakan, "Kami akan melakukan yang terbaik untuk meminimalkan risiko dan memperluas peluang dengan berkomunikasi secara aktif dengan para pejabat pemerintahan baru AS." Namun, pejabat FKI tidak memberikan pernyataan khusus mengenai pengaturan hubungan dengan Partai Demokrat ke depannya.

Artikel ini diterjemahkan secara otomatis oleh AI. Mungkin terdapat perbedaan dengan artikel asli berbahasa Korea.
박형민 기자
godyo@bizhankook.com
저작권자 ⓒ 비즈한국 무단전재 및 재배포 금지