[비즈한국] 'Toko Lampu' (Light Shop) di Disney+ adalah drama yang cukup tidak ramah. Lebih tepatnya, saat webtoon asli dengan judul yang sama tayang, alur ceritanya yang tidak ramah ini sudah sempat memicu perdebatan. Biasanya, episode 1-2 berperan sebagai penarik minat penonton, namun jika hanya menonton episode 1-2 'Toko Lampu', Anda mungkin akan merasa bingung. Jadi, drama ini membutuhkan kesabaran ekstra untuk bertahan di awal cerita. Tentu saja, setelah melewati sedikit rasa sabar tersebut, Anda akan mendapatkan kepuasan yang setimpal.

Di 'Toko Lampu' muncul orang-orang aneh. Ji-young (Seolhyun), wanita yang menarik koper dan menunggu seseorang di halte bus setiap malam; Hyun-ju (Shin Eun-soo), siswi yang berada di antara teman-temannya namun tidak bisa berkomunikasi dengan siapa pun; Seon-hae (Kim Min-ha), wanita yang terjebak di rumah tua dan tidak bisa keluar karena bersama seseorang; seorang siswa laki-laki (Kim Ki-hae) yang melewati gang gelap setiap malam sambil menyanyikan lagu 'Wind Blows' milik Kim Kwang-seok; Seung-won (Park Hyuk-kwon), pria yang berkeliaran di gang gelap dengan tubuh basah kuyup; Sang-hoon (Kim Dae-myung), pria yang matanya berubah seperti mata kucing saat terkena cahaya terang; dan detektif (Bae Seong-woo) yang mengikutinya dengan gigih, yang matanya sendiri terkadang berubah aneh. Orang-orang aneh ini sering bersinggungan atau mendatangi toko lampu yang terletak di ujung gang gelap, dan terkadang mereka berpapasan di sana. Won-young (Ju Ji-hoon), pemilik toko lampu yang mengenakan kacamata hitam di dalam toko yang terang benderang, juga sama misteriusnya.

Orang-orang aneh itu terlihat lebih aneh jika diperhatikan dengan saksama. Kuku yang tumbuh di jari, tanah yang terus keluar dari telinga, air mata dan kelembapan tubuh yang meluap hingga memenuhi lift seperti banjir, hingga pantulan di bayangan yang ternyata sosok yang sangat tua. Won-young berpesan kepada Hyun-ju untuk pura-pura tidak tahu jika melihat orang-orang aneh tersebut, namun karena mereka berbaur dengan orang biasa, tidak mudah untuk membedakan mereka tanpa pengamatan yang teliti.

Karena banyak karakter yang muncul secara terfragmentasi, tidak mudah untuk memahami latar belakang atau bagaimana mereka saling terkait. Karena banyaknya karakter misterius dengan keanehan masing-masing, di awal cerita nuansa horornya terasa sangat kental. Sambil menonton, terutama melalui kisah Young-ji (Park Bo-young), seorang perawat di ruang ICU rumah sakit besar, penonton mulai menyadari bahwa ini adalah kisah tentang mereka yang berdiri di perbatasan hidup dan mati, dan tentang keinginan para pasien tersebut. Bagi mereka yang belum membaca karya aslinya, ada kejutan yang cukup mengejutkan di episode 5-6 yang dirilis pada 11 Desember, di mana keterkaitan antara karakter-karakter misterius di 'Toko Lampu' akhirnya terungkap. Dalam prosesnya, emosi yang awalnya ketakutan berubah menjadi haru dan menyentuh. Itu bukan hal yang mudah, namun 'Toko Lampu' berhasil melakukannya.

Dibandingkan dengan webtoon aslinya yang alurnya sangat tidak ramah, dramanya diadaptasi dengan mulus sehingga lebih mudah untuk dinikmati. Hal ini tampaknya mungkin karena penulis aslinya, Kang Full, turun tangan langsung menulis naskahnya setelah 'Moving'. Deretan pemain papan atas seperti Ju Ji-hoon, Park Bo-young, Seolhyun, Bae Seong-woo, Uhm Tae-goo, Lee Jung-eun, Kim Min-ha, Park Hyuk-kwon, dan Kim Dae-myung juga menjadi kekuatan yang membuat orang ingin menonton 'Toko Lampu'. Akting para pemainnya sangat menarik, mulai dari kesan berat dan tenang yang ditampilkan Ju Ji-hoon sebagai pemilik toko yang usianya tidak bisa ditebak (berbeda dengan versi webtoon yang digambarkan sebagai kakek), wajah Lee Jung-eun yang meski hampir tanpa dialog namun mampu mengekspresikan emosi, ekspresi tegas Kim Min-ha yang tampaknya akan kembali menarik perhatian dunia setelah 'Pachinko', hingga Seolhyun yang menunjukkan akting tidak mudah dengan membawakan kesan horor sekaligus melankolis.

Drama ini menarik perhatian sejak sebelum tayang karena merupakan debut penyutradaraan aktor Kim Hee-won, yang memerankan guru wali kelas Choi Il-hwan di 'Moving'. Meskipun memiliki struktur narasi yang kompleks dan genre yang beragam, pengarahannya tidak terasa kasar atau berlebihan. Ada kelembutan dalam penyutradaraan yang terlihat di beberapa adegan di mana emosi aktor dimaksimalkan, termasuk adegan long-take di bangsal episode 4 yang mendapat respon hangat. Aktor Kim Hee-won sudah hebat, namun ini adalah poin yang membuat kita menantikan sutradara Kim Hee-won di masa depan.

Disney+, yang memperkenalkan 'fantasi gaya Korea' ke seluruh dunia melalui 'Moving' karya Kang Full, kini kembali menuai kesuksesan dengan 'Toko Lampu'. Pada minggu pertama perilisannya, per 8 Desember, 'Toko Lampu' menempati peringkat ke-3 global di Disney+ (berdasarkan FlixPatrol) dan menduduki puncak di Korea, Hong Kong, dan Taiwan. Sangat disayangkan karena drama ini dirilis di saat situasi sedang tidak menentu sehingga terasa kurang menonjol di dalam negeri. Karena akan tamat pada 18 Desember, sepertinya maraton menonton langsung sampai selesai adalah pilihan yang tepat.

Siapakah penulis Jung Soo-jin?
Telah meliput dan menulis tentang film, perjalanan, dan budaya populer melalui berbagai majalah. Tidak ingin ketinggalan tren, namun telah menjadi orang "jadul" yang hanya bisa menebak klise usang di adegan berikutnya saat menonton drama terbaru. Sedang berusaha mendapatkan kembali nalurinya sambil hanyut di dunia OTT yang luas, dengan harapan saat ini adalah adanya paket langganan OTT terintegrasi.