주메뉴바로가기본문바로가기
비즈한국 비즈한국

Wawancara Seniman Pendatang Baru Busan International Art Fair ③ Kim Yi-rin "Mengundang Alam ke dalam Keseharian"

Artikel ini diterjemahkan secara otomatis oleh AI. Mungkin terdapat perbedaan dengan artikel asli berbahasa Korea.  Read original in Korean →

[비즈한국] 'Busan International Art Fair (BIAF) 2024', pasar seni di mana seniman dan konsumen bertransaksi langsung, digelar hingga tanggal 8 di BEXCO Exhibition Center II, Busan. Tahun ini, karya dari 50 seniman pendatang baru dipamerkan, meningkat 40% dari tahun lalu (34 orang). Bizhankook menemui seniman Kang Myeong-suk, Jeong Yeon-hui, dan Kim Yi-rin yang berpartisipasi dalam pameran khusus 'K-ART Emerging Artist Exhibition'. Berikut adalah wawancara terakhir dengan seniman Kim Yi-rin.

부산국제아트페어 K-ART 신진작가전의 참여작가로 참여한 김이린 작가.  사진=박정훈 기자
Seniman Kim Yi-rin yang berpartisipasi sebagai salah satu seniman dalam K-ART Emerging Artist Exhibition di Busan International Art Fair. Foto=Reporter Park Jeong-hun

―Mengundang alam ke ruang manusia? Apa maknanya?

Bagi kita manusia, alam adalah ruang untuk beristirahat dan mencari ketenangan dari kerasnya keseharian. Jika demikian, di manakah alam beristirahat? Saya melukis pemandangan di mana alam diundang ke dalam keseharian saya untuk bermain, menikmati waktu, dan bersantai. Meskipun mungkin awalnya alam merasa asing dan canggung, saya ingin membalas budi atas penghiburan yang telah diberikan alam kepada kita dengan membiarkannya merasakan berbagai bentuk istirahat yang pernah saya alami. Singkatnya, niat saya adalah memberikan istirahat yang cukup dengan mengundang alam ke dalam ruangan yang merupakan keseharian biasa bagi kita. Saya berharap banyak orang dapat berempati dengan nilai penting keseharian yang saya rasakan dan menjadi lebih mencintai hari-hari mereka sendiri.

김이린 작가의 작품 ‘이야기 나누는 나무’. 사진=김이린 작가 제공
Karya seni Kim Yi-rin berjudul 'Pohon yang Berbagi Cerita'. Foto=Dokumentasi Kim Yi-rin

―Karya yang mempersonifikasi alam terlihat sangat menonjol.

Saya menganggap alam sebagai makhluk hidup dan ingin mengakui subjektivitas alam tersebut. Beranjak dari personifikasi umum, saya menuangkan 'upaya untuk alam' sebagai bentuk timbal balik untuk beristirahat, berdasarkan harmoni antara alam dan manusia bagi alam yang telah memberikan segalanya kepada kita. Bukankah pandangan dunia Timur tentang alam terletak pada harmoni antara manusia dan alam?

―Apa bahan utama dalam karya Anda?

Seperti layaknya lukisan Korea, saya menggunakan kertas Hanji sebagai bahan utama. Alasan mengapa karya ini tidak terlihat seperti lukisan Korea pada umumnya adalah karena saya melapisi kain goni dengan kertas Hanji. Kertas Hanji tidak hanya mampu menerima berbagai bahan dengan lebih baik dibandingkan kertas Barat, tetapi juga jauh lebih kokoh. Saya tertarik dengan daya serapnya yang luar biasa, sehingga saya mencoba melapisi kain goni dengan kertas Hanji, dan mengembangkannya dari karya dua dimensi menjadi relief (tiga dimensi). Melalui perluasan relief inilah saya mempersonifikasi alam dan mengundang alam yang hidup ke dalam ruangan yang merupakan ruang bagi manusia.

김이린 작가의 작품 ‘아일랜드 식탁 앞에 앉아있는 나무’. 사진=김이린 작가 제공
Karya seni Kim Yi-rin berjudul 'Pohon yang Duduk di Depan Meja Island'. Foto=Dokumentasi Kim Yi-rin

―Setelah melihat karya Anda, saya jadi berharap ada pameran di luar ruangan, bukan di dalam ruangan.

Karena saya terus mengerjakan karya yang mengundang alam ke dalam keseharian kita, bukankah ruangan dalam terasa lebih cocok? Namun, sejak lama saya memang ingin sekali mengadakan pameran di tengah alam. Tentu saja, cuaca dan cahaya akan menjadi variabel yang berpengaruh. Jika nanti saya mengadakan pameran luar ruangan, saya harap Bizhankook akan datang berkunjung kembali.

Artikel ini diterjemahkan secara otomatis oleh AI. Mungkin terdapat perbedaan dengan artikel asli berbahasa Korea.
부산=유시혁 기자
evernuri@bizhankook.com
저작권자 ⓒ 비즈한국 무단전재 및 재배포 금지