[비즈한국] Dampak deklarasi darurat militer merembet ke sektor keuangan. Nilai tukar mata uang sempat melonjak hingga 1.444 won tak lama setelah darurat militer diumumkan pada 3 Desember pukul 22.23. Meski Bursa Efek Korea dibuka normal setelah darurat militer dicabut pada 4 Desember pukul 04.30 pagi, sektor keuangan tetap masuk ke dalam sistem tanggap darurat. Otoritas keuangan berencana mengoperasikan satuan tugas (satgas) pemantauan situasi ekonomi dan keuangan selama 24 jam.

Otoritas Keuangan: "Kami Akan Mengambil Segala Tindakan demi Stabilitas Pasar"
Setelah darurat militer dideklarasikan pada dini hari tanggal 3 Desember, nilai tukar won terhadap dolar AS melonjak hingga 1.444 won. Walaupun darurat militer telah dicabut, sektor keuangan tetap dalam status siaga. Menanggapi hal ini, pada pagi hari tanggal 4 Desember, Kementerian Ekonomi dan Keuangan, Komisi Jasa Keuangan, Layanan Pengawas Keuangan, dan Bank of Korea secara bersama-sama menyatakan, "Kami telah memutuskan untuk menyediakan likuiditas tanpa batas hingga pasar saham, obligasi, pendanaan jangka pendek, dan valuta asing benar-benar normal kembali."
Otoritas keuangan menyatakan akan melakukan segala langkah yang diperlukan untuk menstabilkan pasar dengan menjalankan sistem pemantauan real-time gabungan antar kementerian. Namun, diputuskan bahwa pasar saham akan tetap beroperasi secara normal. Wakil Perdana Menteri Ekonomi sekaligus Menteri Ekonomi dan Keuangan, Choi Sang-mok, juga menyatakan, "Kami akan mengoperasikan satuan tugas (satgas) pemantauan situasi ekonomi dan keuangan selama 24 jam untuk mencegah terjadinya guncangan pada ekonomi riil."
Bank of Korea juga mengadakan rapat Komite Kebijakan Moneter darurat dan memutuskan untuk menyediakan likuiditas ke pasar melalui pembelian surat berharga dengan perjanjian pembelian kembali (RP) non-reguler hingga 28 Februari 2025. Ini adalah metode di mana Bank of Korea membeli obligasi dari lembaga keuangan dengan syarat pembelian kembali. Bank of Korea juga memperluas target lembaga untuk pembelian dan perdagangan RP.
Setelah darurat militer diumumkan, desas-desus mengenai "segera tukarkan uang ke dolar" menyebar luas di media sosial, yang menyebabkan bank internet menghentikan sementara layanan terkait penukaran mata uang. Pasar saham pun terkena dampak negatif. Pada 4 Desember, harga penutupan pasar valuta asing Seoul tercatat 1.410,1 won, naik 7,2 won dibandingkan hari perdagangan sebelumnya. Menurut Bursa Efek Korea, indeks KOSPI pada tanggal 4 turun 1,44% menjadi 2464,00, dan indeks KOSDAQ turun 1,98% menjadi 677,15 dibandingkan hari perdagangan sebelumnya.
Dunia Sekuritas: "Risiko Politik Domestik Semakin Menonjol"
Kalangan sekuritas khawatir bahwa situasi darurat militer dapat memicu eksodus besar-besaran investor asing. Saat ini, investor asing telah menjual lebih dari 400 miliar won di pasar KOSPI dan lebih dari 10 miliar won di pasar KOSDAQ.
Suara kekhawatiran di antara para ahli semakin menguat. Kim Yoon-jung, peneliti senior di pusat riset LS Securities078020, menganalisis, "Risiko politik domestik semakin menonjol akibat langkah kali ini yang dianggap sebagai tindakan sepihak dan tidak rasional. Mengingat ETF luar negeri yang mengikuti nilai tukar dan bursa saham Korea sempat mengalami volatilitas tinggi tepat setelah darurat militer, bursa saham domestik hari ini kemungkinan juga akan mengalami peningkatan volatilitas jangka pendek yang disertai dengan keluarnya dana investor asing."
Ada juga pendapat bahwa sensitivitas investor asing telah meningkat setelah peristiwa ini. Kim Dae-jun, peneliti di Korea Investment & Securities, menganalisis, "Akibat situasi darurat militer, keraguan investor global terhadap tata kelola Korea meningkat tajam. Di masa depan, kemungkinan besar sensitivitas won akan meningkat setiap kali ketidakpastian politik meluas atau ketegangan geopolitik khas Korea, seperti provokasi Korea Utara, terjadi."
Park Sang-hyun, peneliti di IM Securities, menyebutkan, "Di tengah pelemahan fundamental domestik yang semakin parah, fenomena keluarnya dana asing dan domestik secara bersamaan akibat penurunan kredibilitas domestik akan menjadi faktor pendorong kenaikan nilai tukar won terhadap dolar. Oleh karena itu, kami memprediksi batas atas nilai tukar won terhadap dolar dalam jangka pendek berada di level 1.450 won."
Muncul juga pendapat bahwa kewaspadaan terhadap situasi pasar tetap diperlukan. Seorang narasumber di industri sekuritas menyatakan, "(Setelah situasi darurat militer) tidak ada perubahan yang terlalu besar dari yang diperkirakan. Pasar saham pun tidak mengalami perubahan drastis seperti yang dikhawatirkan. Namun, kami terus mengamati kisaran volatilitas ke depannya. Kami berencana merespons secara fleksibel tergantung pada perkembangan ke depan."