주메뉴바로가기본문바로가기
비즈한국 비즈한국

"Merusak Tatanan Konstitusional dengan Darurat Militer," 6 Partai Oposisi Mengajukan Mosi Pemakzulan Presiden Yoon Suk-yeol

Artikel ini diterjemahkan secara otomatis oleh AI. Mungkin terdapat perbedaan dengan artikel asli berbahasa Korea.  Read original in Korean →

[비즈한국] Sebanyak 6 partai oposisi, termasuk Partai Demokrat Korea, Partai Inovasi Tanah Air (Cho Kuk Innovation Party), Partai Reformasi, dan Partai Progresif, mengajukan mosi pemakzulan terhadap Presiden Yoon Suk-yeol ke Majelis Nasional pada pukul 14.40 waktu setempat, tanggal 4. Pengajuan mosi pemakzulan ini didasarkan pada argumen bahwa Presiden Yoon berupaya merusak tatanan konstitusional dengan mendeklarasikan darurat militer meskipun persyaratan keadaan darurat nasional tidak terpenuhi, serta telah melakukan tindakan inkonstitusional yang melanggar konstitusi dan hukum, sehingga mengkhianati kepercayaan rakyat. Sebanyak 191 anggota parlemen dari partai oposisi, termasuk pemimpin Partai Demokrat Lee Jae-myung, telah menandatangani pengajuan ini.

더불어민주당 김용민 의원, 사회민주당 한창민 대표, 기본소득당 용혜인 대표, 조국혁신당 신장식 의원, 개혁신당 천하람 원내대표, 이주영 의원이 4일 오후 서울 여의도 국회 의안과에 대통령(윤석열) 탄핵소추안을 제출하고 있다. 사진=박은숙 기자
Anggota Partai Demokrat Kim Yong-min, Ketua Partai Demokrat Sosial Han Chang-min, Ketua Partai Pendapatan Dasar Yong Hye-in, anggota Partai Inovasi Tanah Air Shin Jang-sik, serta Ketua Fraksi Partai Reformasi Cheon Ha-ram dan anggota Lee Ju-young mengajukan mosi pemakzulan Presiden (Yoon Suk-yeol) ke Bagian Legislasi Majelis Nasional di Yeouido, Seoul, pada sore hari tanggal 4. Foto=Reporter Park Eun-sook

Dalam mosi pemakzulan tersebut, partai oposisi menunjukkan bahwa dalam proses pemberlakuan darurat militer, Presiden Yoon tidak melalui pertimbangan Dewan Negara yang diatur dalam Konstitusi, tidak melaksanakan kewajiban pemberitahuan kepada Majelis Nasional, serta melakukan serangkaian tindakan inkonstitusional seperti memblokir Majelis Nasional secara fisik dan menghalangi pencabutan darurat militer setelah diumumkan. Khususnya, mereka menjelaskan bahwa tindakan ini merupakan pelanggaran serius terhadap hak-hak dasar rakyat yang dijamin oleh Konstitusi Republik Korea dan upaya untuk melumpuhkan fungsi Majelis Nasional. Para pengaju mosi pemakzulan mengkritik keras bahwa tindakan Presiden Yoon merupakan tindakan pemberontakan yang bertujuan untuk mengacaukan tatanan negara.

Poin utamanya adalah bahwa darurat militer yang diumumkan oleh Presiden Yoon dilakukan tanpa memenuhi persyaratan "perang, perang saudara, atau keadaan darurat nasional yang setara" sebagaimana dinyatakan dalam Pasal 77 Konstitusi. Meskipun demikian, Presiden Yoon mengerahkan militer untuk memblokir Majelis Nasional, mencoba menghalangi secara fisik tuntutan Majelis Nasional untuk mencabut darurat militer, dan mengumumkan dekrit yang secara serius melanggar kebebasan pers dan publikasi. Serangkaian tindakan ini dinilai sebagai langkah inkonstitusional yang secara langsung melanggar hak-hak dasar rakyat Republik Korea.

Sesuai dengan Undang-Undang Majelis Nasional, pemungutan suara atas mosi pemakzulan ini dijadwalkan akan dilakukan dalam waktu 24 hingga 72 jam setelah laporan disampaikan ke rapat pleno. Agar mosi pemakzulan presiden dapat lolos di Majelis Nasional, diperlukan persetujuan minimal dua pertiga dari jumlah anggota parlemen, yaitu 200 suara. Saat ini, Partai Demokrat dan partai oposisi kecil memiliki 192 kursi, sehingga membutuhkan tambahan 8 suara dari anggota Partai Kekuatan Rakyat (PPP). Mengingat beberapa anggota PPP sebelumnya telah menyetujui resolusi pencabutan darurat militer, perhatian kini tertuju pada hasil pemungutan suara pemakzulan. Pihak oposisi dikabarkan terus melakukan pendekatan untuk mengamankan setidaknya 8 suara dari PPP, dan kemungkinan adanya anggota partai berkuasa yang kritis terhadap Presiden untuk menyatakan dukungan juga tengah dibicarakan.

Sementara itu, Partai Kekuatan Rakyat sedang mengalami kekacauan internal yang hebat. Tuntutan agar Presiden Yoon keluar dari partai dan tuntutan agar seluruh kabinet mengundurkan diri telah muncul di dalam partai, namun dikabarkan mereka masih kesulitan menetapkan garis kebijakan partai. Khususnya, di tengah kekhawatiran bahwa pemakzulan dapat memecah belah partai, terdapat pergulatan batin bahwa jika mereka terus membela presiden hingga akhir, mereka bisa menghadapi dampak balik yang besar. Meskipun kepemimpinan PPP menentang pemakzulan, kemungkinan beberapa anggota memberikan suara setuju secara individu tidak dapat dikesampingkan. Situasi ini mirip dengan masa pemakzulan mantan Presiden Park Geun-hye, sehingga ketegangan di dalam partai semakin meningkat.

Jika mosi pemakzulan lolos di Majelis Nasional, tugas Presiden Yoon akan segera ditangguhkan dan Perdana Menteri Han Duck-soo akan menjabat sebagai pelaksana tugas presiden. Mahkamah Konstitusi nantinya akan melakukan persidangan pemakzulan, dan jika pemakzulan diputuskan dengan persetujuan 6 hakim atau lebih, Presiden Yoon akan diberhentikan dari jabatannya. Saat ini, Mahkamah Konstitusi memiliki 3 kursi hakim yang kosong dan memerlukan penunjukan hakim baru. Penunjukan hakim dilakukan oleh Majelis Nasional, namun karena memerlukan pengangkatan oleh presiden, terdapat berbagai variabel terkait jadwal dan prosedur persidangan di Mahkamah Konstitusi setelah mosi pemakzulan lolos. Secara khusus, jika pelaksana tugas presiden Han Duck-soo memimpin penunjukan hakim baru, kemungkinan apakah penunjukan akan dilakukan dan kapan waktunya akan bergantung pada situasi politik.

Pengajuan pemakzulan ini merupakan upaya pemakzulan presiden ketiga dalam sejarah modern Korea Selatan, yang dibandingkan dengan kasus pemakzulan mantan Presiden Park Geun-hye dan mantan Presiden Roh Moo-hyun. Khususnya, dengan diajukannya kembali pemakzulan terhadap presiden yang terpilih melalui pemilu setelah mantan Presiden Park Geun-hye, hal ini dengan jelas menunjukkan situasi saat ini di mana kekacauan politik telah mencapai puncaknya. Persidangan Mahkamah Konstitusi dan respons kalangan politik selama proses pemakzulan ini diperkirakan akan menjadi titik balik penting yang menentukan arah perkembangan demokrasi di Republik Korea.

Pemimpin Partai Demokrat Lee Jae-myung menggelar konferensi pers segera setelah pengajuan mosi pemakzulan dan menyatakan, "Tindakan inkonstitusional Presiden Yoon Suk-yeol telah mencapai tingkat yang tidak bisa lagi diabaikan," dan menambahkan, "Demi melindungi kehendak rakyat dan Konstitusi, kami tidak punya pilihan selain mendorong pemakzulan Presiden Yoon." Lee menegaskan, "Kami akan melakukan yang terbaik untuk memulihkan tatanan konstitusional dan melindungi demokrasi melalui pemakzulan ini." Ia juga menyatakan harapannya atas kerja sama para anggota parlemen yang memiliki hati nurani di Partai Kekuatan Rakyat dan menyatakan akan mengerahkan semua sarana politik untuk meloloskan mosi pemakzulan tersebut.

Artikel ini diterjemahkan secara otomatis oleh AI. Mungkin terdapat perbedaan dengan artikel asli berbahasa Korea.
봉성창 기자

기업이 말하는 성장의 언어와 그 뒤에 놓인 현실의 간극을 집요하게 들여다보고 있습니다. 산업 현장의 변화는 숫자만으로 설명되지 않습니다. 투자와 고용, 기술과 규제, 혁신과 책임이 충돌하는 지점에서 비로소 기업의 진짜 얼굴이 드러납니다. 그 균열을 놓치지 않고, 복잡한 산업 이슈를 독자가 납득할 수 있는 맥락으로 풀어내는 일을 해왔습니다. 빠르게 흘러가는 시장의 소음 속에서도 끝까지 물어야 할 질문을 붙들고, 비즈한국 산업팀만의 날카롭고 균형 잡힌 시선으로 산업의 현재와 다음을 기록하겠습니다.

bong@bizhankook.com
저작권자 ⓒ 비즈한국 무단전재 및 재배포 금지