[비즈한국] Di tengah lesunya kinerja penjualan selama setahun terakhir sejak dimulainya pemasaran apartemen Haeundae Elmar Switzen di Busan yang dibangun oleh KCC E&C021320, muncul klaim dari pihak pengembang bahwa KCC E&C telah menghambat proses penjualan, yang memicu perhatian publik. Pihak pengembang menuduh KCC E&C menghalangi tugas pemasaran dengan menunda pembayaran komisi kepada agensi penjualan di lokasi, sementara KCC E&C membantah tuduhan tersebut dan menyatakan bahwa mereka menjalankan tugas sebagai kontraktor dengan sungguh-sungguh.

Haeundae Elmar Switzen adalah apartemen yang sedang dibangun di U-dong, Distrik Haeundae, Busan, dengan skala 1 gedung setinggi 36 lantai (180 unit). Lokasinya berada di lahan emas yang hanya berjarak 200 meter dari Stasiun Haeundae di Jalur 2 kereta bawah tanah yang memiliki mobilitas tinggi. Sebelumnya, apartemen Haeundae Jung-dong Switzen (396 unit) yang berjarak sekitar 1 km ke arah timur dari lokasi ini, berhasil terjual habis dalam penawaran umum pada tahun 2020 dengan tingkat kompetisi rata-rata 93 banding 1.
Pengembangan proyek Haeundae Elmar Switzen dilakukan oleh Taekwang Development, sebuah perusahaan pengembang properti lokal di Busan. Pada bulan Desember 2021, Taekwang Development menandatangani kontrak pembangunan dengan KCC E&C dengan total nilai proyek 68,7 miliar won dan masa konstruksi 44 bulan. Pada hari yang sama, mereka juga menandatangani perjanjian kredit PF (Project Financing) sebesar 61 miliar won dengan lembaga keuangan seperti Heungkuk Life Insurance. Pada bulan Januari tahun berikutnya, proyek ini resmi berjalan setelah mendapatkan izin pembangunan apartemen.
Kontraktor KCC E&C memulai pembangunan apartemen Haeundae Elmar Switzen sekitar bulan September 2022 dan saat ini masih dalam proses pengerjaan. Hingga Oktober lalu, tingkat kemajuan konstruksi berada di kisaran 30%. Dalam perjanjian pinjaman sebelumnya, KCC E&C sepakat untuk bertanggung jawab memulai konstruksi dalam waktu 8 bulan sejak pencairan pinjaman PF dan menjamin penyelesaian konstruksi dalam 52 bulan. "Penyelesaian konstruksi yang bertanggung jawab" (responsible completion) berarti janji untuk menyelesaikan bangunan dalam jangka waktu yang ditentukan terlepas dari kondisi kebangkrutan pengembang atau pembayaran biaya konstruksi.
Perselisihan antara kedua pihak bermula selama proses penjualan. Berdasarkan kontrak pembangunan apartemen Haeundae Elmar Switzen, tugas terkait penjualan harus dilakukan oleh pihak pengembang, Taekwang Development, sementara kontraktor KCC E&C harus membantu dengan memilih agensi penjualan atau pihak kontraktor rumah contoh. Taekwang Development memilih satu agensi yang direkomendasikan oleh KCC E&C sebagai agensi penjualan dan mengajukan permohonan penjualan untuk rekrutmen penghuni pada sekitar Juni tahun lalu.
Namun, permohonan penjualan awal ditolak pada akhir Juni tahun lalu karena masalah desain (luas area). Taekwang Development mengklaim bahwa tugas penjualan sepihak oleh KCC E&C dimulai tepat sebelum atau sesudah penolakan permohonan penjualan pertama tersebut. Seorang perwakilan Taekwang Development menyatakan, "KCC E&C secara sepihak memberitahukan harga jual dan jadwal penjualan pada hari yang dijadwalkan untuk penerimaan permohonan penjualan. Padahal, tanggal pembukaan rumah contoh tinggal satu minggu lagi, dan baik pengembang maupun agensi penjualan belum siap apa pun," seraya menambahkan, "Meski permohonan penjualan ditolak oleh kantor distrik, KCC E&C tetap menuntut agar penjualan dipaksakan tanpa adanya perubahan desain." Permohonan penjualan akhirnya diterima tiga bulan kemudian, tepatnya September tahun lalu, setelah dilakukan perubahan desain.
Taekwang Development menuduh bahwa sejak saat itu, KCC E&C mulai menghambat tugas penjualan. Perwakilan Taekwang Development menyatakan, "KCC E&C menghalangi tugas agensi penjualan dengan menolak eksekusi dana komisi untuk agensi pertama dan tidak memenuhi janji pembayaran komisi penjualan," serta menambahkan, "Permintaan kerja sama untuk mengubah uang muka dari 10 persen menjadi 5 persen guna meningkatkan efisiensi penjualan juga ditanggapi dengan dingin, sehingga tugas penjualan terhenti. Setelah kontrak dengan agensi pertama diputus, mereka tidak menunjuk agensi baru, yang mengakibatkan operasional rumah contoh terhenti selama sekitar dua bulan."
Menurut Taekwang Development, saat ini tingkat penjualan apartemen Haeundae Elmar Switzen hanya berada di angka 20 persen. Setelah agensi penjualan pertama, kontrak dengan agensi kedua pun telah diputus. Dikabarkan bahwa saat ini tidak ada agensi yang menangani tugas penjualan tersebut. Perwakilan Taekwang Development mengeluh, "Karena penundaan pembayaran komisi penjualan oleh KCC E&C, lokasi ini telah dicap di industri sebagai tempat yang tidak membayar komisi meski pekerjaan telah dilakukan, sehingga sulit mencari agensi baru," dan menambahkan, "Kami berada dalam situasi yang sangat sulit karena harus membayar bunga pinjaman PF sekitar 800 juta won setiap tiga bulan sekali."
Menanggapi hal ini, perwakilan KCC E&C hanya menyatakan, "Saat ini KCC E&C melaksanakan tugas sebagai kontraktor Haeundae Elmar Switzen dengan sungguh-sungguh. Kami bergerak maju dengan target penyelesaian yang sukses," serta menambahkan, "Kami tidak bisa menanggapi klaim sepihak dari pihak pengembang satu per satu."