[비즈한국] Di MDM Group, perusahaan pengembang real estat terbesar di Korea Selatan, terdapat lima perusahaan pribadi yang sahamnya dimiliki oleh anak-anak dari pimpinan grup, Moon Ju-hyun, yang terdaftar sebagai afiliasi. Di antara perusahaan-perusahaan tersebut, dua di antaranya menarik perhatian karena praktis dalam status tidak beroperasi dan hanya mempertahankan nama saja.

MDM Group, yang tahun ini menempati peringkat ke-63 dalam daftar konglomerat bisnis Korea, berawal dari sebuah agensi penjualan properti yang didirikan oleh Ketua Moon Ju-hyun (66) pada tahun 1998. Berkat kesuksesan bisnis pengembangan real estatnya, MDM Group berhasil melampaui aset senilai 5 triliun won dalam waktu 23 tahun setelah pendiriannya dan masuk ke jajaran perusahaan besar. Pada tahun 2021, grup ini ditetapkan sebagai kelompok perusahaan yang wajib melakukan pengungkapan publik. Perusahaan pribadi milik keluarga Moon Ju-hyun, selaku pemegang kendali dan pendiri, dimasukkan ke dalam afiliasi, sehingga muncul kewajiban pengungkapan untuk perusahaan pribadi milik kedua anaknya. Ketua Moon memiliki dua orang putri, yaitu Moon Hyun-jung dan Moon Cho-yeon.
Terdapat lima perusahaan yang dikendalikan oleh kedua putri Moon Ju-hyun, yakni MDM Plus, MDM Asset Management, MDM F&C, MDM Global, dan Soul Collection. Perusahaan pengembang real estat MDM Plus mencatatkan pendapatan sekitar 430 miliar won pada tahun 2023, dengan kepemilikan saham masing-masing 47,62% oleh kedua bersaudara tersebut, sementara sisanya yang sebesar 4,76% dimiliki oleh Ketua Moon. Perusahaan perwalian, MDM Asset Management, dimiliki 30% oleh Moon Hyun-jung dan 70% oleh MDM Plus. Sementara itu, perusahaan pengelola gedung pernikahan, MDM F&C, adalah perusahaan kecil dengan pendapatan 17 miliar won yang 100% sahamnya dimiliki oleh Moon Hyun-jung.
Soul Collection 100% sahamnya dimiliki oleh Moon Hyun-jung, sedangkan MDM Global 100% sahamnya dimiliki oleh Moon Cho-yeon. Berdasarkan laporan bisnis yang diungkapkan sejak perusahaan ditetapkan sebagai entitas wajib lapor pada tahun 2021, kedua perusahaan tersebut tidak mencatatkan pendapatan sama sekali dalam tiga tahun terakhir. Praktisnya, perusahaan-perusahaan ini hanya ada secara hukum tanpa menjalankan operasional bisnis.

Soul Collection adalah perusahaan perantara e-commerce yang didirikan oleh Moon Hyun-jung pada tahun 2016 dengan modal 50 juta won. Tanpa merekrut manajer profesional, Moon sendiri yang menjabat sebagai CEO. Dari tahun 2021 hingga 2023, perusahaan ini mencatatkan '0' pendapatan dan rugi operasional sebesar '1 juta won'. Bahkan modalnya pun mencapai angka minus 45 juta won, yang berarti perusahaan mengalami kebangkrutan teknis (modal terserap habis).
MDM Global adalah perusahaan pengembang real estat yang didirikan oleh Moon Cho-yeon pada tahun 2014, dua tahun lebih awal dari kakaknya, dengan modal 1 juta won. Meskipun sempat melakukan penambahan modal disetor pada tahun 2022 sehingga modalnya meningkat dari 1 juta won menjadi 11 juta won, perusahaan ini hanya mencatatkan '0' pendapatan dan rugi operasional sebesar '3 juta won' dari tahun 2021 hingga 2023. Meski telah menambah modal, perusahaan tersebut tidak menjalankan kegiatan bisnis yang menghasilkan keuntungan.
Mengapa kedua putri Ketua Moon Ju-hyun membiarkan perusahaan pribadi mereka terbengkalai? Terkait hal ini, seorang pejabat MDM Group menyampaikan, "Soul Collection tidak dari awal tidak memiliki pendapatan. Mereka dulunya menjalankan bisnis e-commerce, namun saya dengar bisnisnya dihentikan sekitar 8 tahun lalu agar bisa fokus pada bisnis pengembangan properti. Sementara MDM Global didirikan untuk tujuan pengelolaan nama dagang terdaftar sebagai persiapan bisnis luar negeri di masa depan."