[비즈한국] Sebagai pembicara pertama di ‘Brand Biz Conference 2024’, CEO BKID, Song Bong-kyu, mendefinisikan bagaimana sebuah objek dapat membentuk identitas merek dengan tema ‘Dari objek menjadi merek, dari material menjadi sistem, dari kerajinan menjadi teknologi’.

CEO Song menjelaskan poin-poin yang ia rasakan tentang desain industri selama menjalankan studionya selama lebih dari 10 tahun. CEO Song mengatakan, “Saya terus memikirkan cara memperluas desain industri, yang merupakan cara praktis untuk menggunakan suatu benda, menjadi identitas merek.” Ia menekankan, “Diferensiasi merek dapat dicapai melalui pemilihan dan kombinasi material serta desain, dan peralihan dari pendekatan kerajinan tangan menuju inovasi teknologi dapat menjadi elemen penting dalam pembentukan identitas merek.”
Sebagai contoh, ia menyebutkan kursi publik yang dibuat melalui kolaborasi dengan Pemerintah Kota Seoul. CEO Song memproduksi kursi yang digunakan untuk jangka waktu tertentu di ruang hijau Seoul dengan memanfaatkan EPP (Expanded Polypropylene). Ketinggian kursi publik tersebut terdiri dari tiga jenis: Sit, Lean, dan Lean Low. Hal ini disesuaikan dengan karakteristik Kota Seoul, di mana pemandangan orang berjalan santai di taman tepi sungai Han berpadu dengan kontras gedung-gedung tinggi. CEO Song menjelaskan, “Karena ini adalah kursi yang digunakan untuk periode tertentu, bentuknya ringan dan mudah ditumpuk, serta mempertimbangkan daur ulang yang merupakan keunggulan dari material tunggal.”
CEO Song menyebut kursi publik yang dibuat dengan menggabungkan keindahan alami material dan karakteristik kota Seoul ini sebagai contoh identitas branding yang memberikan nilai baru bagi penggunanya, termasuk warga Seoul.

CEO Song mengungkapkan bahwa ia sedang berusaha menggabungkan atribut budaya ke dalam identitas merek. Topik yang ia dekati dari dimensi budaya baru-baru ini adalah ‘piring’. CEO Song menjelaskan, “Piring di Korea ukurannya lebih kecil dibandingkan dengan luar negeri. Di luar negeri, makanan disajikan di piring besar untuk kemudian diambil, sedangkan di Korea, kita menyajikan berbagai macam makanan dalam banyak piring kecil. Karakteristik Korea yang mengandung nilai ‘kerapian’ sepertinya juga meresap ke dalam piring.”
Memanfaatkan karakteristik ini, saat ini ia sedang melakukan branding desain peralatan makan untuk perusahaan Italia ALESSI dan Korean Air003490. CEO Song mengungkapkan, “Saya mencoba menggabungkan pemanfaatan ruang dengan budaya kita dengan membuat beberapa ruang kecil untuk menaruh makanan pada piring yang ukurannya disesuaikan dengan meja pesawat yang sempit.”
Ia juga memperhatikan fakta bahwa kaleng, botol plastik, dan gelas kertas yang ditemui dalam kehidupan sehari-hari memiliki ukuran yang serupa. CEO Song mengatakan, “Setelah melihat bahwa diameter kaleng dan botol plastik umumnya adalah 82mm, saya menyadari bahwa itu adalah diameter yang nyaman digenggam tangan manusia, dan saya mencoba menerapkan aturan ini ke seluruh aspek kehidupan. Saya terus memikirkan branding dengan melakukan pendekatan melalui berbagai cara dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.