주메뉴바로가기본문바로가기
비즈한국 비즈한국

BbCONF
Lee Sung-man, CEO Cosmic Ray: "Video adalah Alat Branding yang Kuat untuk Berinteraksi dengan Konsumen"

Artikel ini diterjemahkan secara otomatis oleh AI. Mungkin terdapat perbedaan dengan artikel asli berbahasa Korea.  Read original in Korean →

[비즈한국] “Hasil karya yang kami ciptakan ditujukan untuk brand. Kami akan menyampaikan pesan yang dimiliki brand kepada masyarakat menggunakan video seperti ‘motion graphic’.” Lee Sung-man, CEO Cosmic Ray, yang tampil sebagai pembicara kedua di ‘BrandBiz Conference 2024’ yang diadakan di Four Seasons Hotel, Gwanghwamun, Seoul pada tanggal 17, menyampaikan ceramah dengan tema ‘Lebih dari Sekadar Dilihat dan Didengar, Cara Pesan dalam Video Disampaikan’.

Pada tanggal 17, di ‘BrandBiz Conference 2024’ yang diadakan di Four Seasons Hotel Seoul, Jongno-gu, Seoul, Lee Sung-man, Co-CEO Cosmic Ray, sedang memberikan ceramah dengan tema ‘Lebih dari Sekadar Dilihat dan Didengar, Cara Pesan dalam Video Disampaikan’. Foto=Reporter Choi Joon-pil
Pada tanggal 17, di ‘BrandBiz Conference 2024’ yang diadakan di Four Seasons Hotel Seoul, Jongno-gu, Seoul, Lee Sung-man, Co-CEO Cosmic Ray, sedang memberikan ceramah dengan tema ‘Lebih dari Sekadar Dilihat dan Didengar, Cara Pesan dalam Video Disampaikan’. Foto=Reporter Choi Joon-pil

CEO Lee mengatakan bahwa konten video telah menjadi sarana utama storytelling sebuah brand. Ia menjelaskan, “Video brand tidak hanya berhenti pada penyediaan pengalaman visual dan auditori semata, tetapi juga berfungsi sebagai alat yang kuat untuk berbagi interaksi emosional dengan konsumen.”

CEO Lee sebelumnya bekerja sebagai desainer video di Naver035420 sebelum memutuskan untuk keluar pada tahun 2008 dan mendirikan Cosmic Ray bersama CEO Lim Tae-hyun. Cosmic Ray adalah studio desain berbasis motion graphic yang menyediakan video yang diinginkan klien di berbagai bidang dengan ide kreatif dan karya seni. Pada tahun 2018, studio ini menarik perhatian melalui video brand Blank Corporation. Mereka telah memproduksi ‘motion graphic’ untuk perusahaan besar seperti SK, Naver, Kakao035720, Nexon, dan SM Entertainment, serta mengerjakan sejumlah proyek media art untuk tampilan non-standar, termasuk Apple Store di Myeongdong.

Melalui berbagai materi video, CEO Lee memperkenalkan bagaimana kejelasan dan konsistensi dalam penyampaian pesan desain video dapat berfungsi sebagai faktor yang memperkuat kredibilitas brand. Ia juga memaparkan strategi bagi brand untuk membentuk ikatan yang lebih dalam dengan konsumen melalui video.

Di BrandBiz Conference 2024, Co-CEO Cosmic Ray Lee Sung-man sedang melakukan sesi tanya jawab setelah menyelesaikan ceramahnya. Foto=Reporter Choi Joon-pil
Di BrandBiz Conference 2024, Co-CEO Cosmic Ray Lee Sung-man sedang melakukan sesi tanya jawab setelah menyelesaikan ceramahnya. Foto=Reporter Choi Joon-pil

Ia menjelaskan bahwa cerita, gambar, animasi, editing, dan suara yang dimasukkan ke dalam video adalah elemen terpenting dalam menyampaikan pesan dan emosi brand. CEO Lee menekankan, “Penyampaian pesan adalah yang terpenting. Dalam hal media luar ruang, ‘pengalaman intuitif’ adalah yang paling krusial. Dalam hal pameran dalam ruang, ‘pengalaman naratif’ adalah yang penting. Bagi mereka yang datang untuk menikmati pameran dalam ruang, storytelling dan konsep sangatlah penting.”

CEO Lee menekankan bahwa bagi seorang direktur video, penting untuk menyampaikan emosi yang dimiliki brand kepada audiens secara utuh. Ia menunjukkan bahwa video juga memiliki emosi, dan menghubungkan emosi tersebut dengan cara yang paling efisien adalah tugas seorang direktur video. Ia mengatakan, “Saya mengutamakan keselarasan antara pengalaman visual dan penyampaian pesan brand, serta sangat tertarik untuk membuat nilai brand tersampaikan dengan lebih hidup dan diingat dalam jangka waktu yang lama.”

Di era di mana video dapat dibuat dengan mudah menggunakan AI, apakah desain motion yang dibuat oleh manusia masih memiliki daya saing? CEO Lee menjawab pertanyaan tersebut dengan merujuk pada program kompetisi memasak yang sangat populer belakangan ini, ‘Culinary Class Wars’. “Koki yang membuat makanan pun memiliki gaya yang berbeda-beda meski memasak hidangan yang sama, dan mereka membuatnya dengan kreatif. Hal yang sama berlaku bagi direktur yang membuat hasil karya berupa video. Tergantung pada pilihan direktur video, video tersebut akan menjadi sangat berbeda.”

Artikel ini diterjemahkan secara otomatis oleh AI. Mungkin terdapat perbedaan dengan artikel asli berbahasa Korea.
전현건 기자
rimsclub@bizhankook.com
저작권자 ⓒ 비즈한국 무단전재 및 재배포 금지