주메뉴바로가기본문바로가기
비즈한국 비즈한국

'Wahai gadis yang akan menyelamatkan kami…' Pameran tunggal Hwang In-ran 'Abyss of Noon: Silent Beatrice'

Artikel ini diterjemahkan secara otomatis oleh AI. Mungkin terdapat perbedaan dengan artikel asli berbahasa Korea.  Read original in Korean →

[비즈한국] Pameran karya seniman Hwang In-ran, yang menggambarkan kepolosan, godaan, dan keberagaman manusia melalui sosok gadis, burung, dan bunga, kini resmi digelar. Pameran tunggal Hwang In-ran bertajuk ‘Abyss of Noon: Silent Beatrice’ diselenggarakan mulai 24 Oktober hingga 28 November di Art cube 2R2, yang berlokasi di Yeoksam-dong, Gangnam-gu. Pameran ini memperluas batasan ekspresi artistik melalui format dan upaya baru, serta menuangkan filosofi dan visi artistik sang seniman ke dalamnya.

Pameran tunggal karya seniman Hwang In-ran, yang menggambarkan kepolosan, godaan, dan keberagaman manusia melalui sosok gadis, burung, dan bunga, resmi digelar. Foto=Reporter Park Jung-hoon
Pameran tunggal karya seniman Hwang In-ran, yang menggambarkan kepolosan, godaan, dan keberagaman manusia melalui sosok gadis, burung, dan bunga, resmi digelar. Foto=Reporter Park Jung-hoon

Hwang In-ran melukis sosok gadis dengan citra yang jernih melalui penggambaran yang halus dan indah. Burung dan bunga yang menatap gadis tersebut merupakan entitas bermuka dua; mereka menuntun kita ke dunia jiwa dan keabadian, namun di sisi lain juga menggoda kita menuju dunia yang tidak masuk akal dan negatif. Melalui hal ini, sang seniman mengekspresikan berbagai sisi yang dimiliki setiap manusia.

Apa makna di balik judul pameran ‘Abyss of Noon: Silent Beatrice’? Hwang In-ran menjelaskan, “‘Siang hari’ adalah waktu di mana matahari bersinar paling terik dan rasional, namun di saat yang sama, itu adalah waktu di mana seseorang bisa terjebak jauh ke dalam batinnya sendiri. Masyarakat modern saat ini, di mana segala sesuatu berjalan cepat, melimpah secara materi, dan dipenuhi modal, mirip dengan waktu tengah hari. Semakin seperti itu, saya rasa orang-orang semakin merindukan cinta yang tulus, kecerdasan yang mendalam, dan persahabatan yang kokoh yang tidak tercemar,” ujarnya. “Seperti Beatrice yang memandu Dante dari Purgatorio menuju surga, kita semua merindukan kepolosan dan sosok yang akan menyelamatkan kita di dalam hati. Beatrice melambangkan cinta, keselamatan, dan harapan.”

Teka-teki Siang Hari: 53×65.1cm Acrylic on canvas 2024
Teka-teki Siang Hari: 53×65.1cm Acrylic on canvas 2024
Rumah Jiwa: 390.9×162.2cm Acrylic on canvas 2024
Rumah Jiwa: 390.9×162.2cm Acrylic on canvas 2024

Dalam pameran kali ini, karya video NFT dan zona foto proyeksi pemetaan digital dipamerkan untuk pertama kalinya. Selain itu, kalimat-kalimat dari buku yang menjadi inspirasi karya juga disandingkan dengan karya seni yang ada. Pengunjung juga dapat menemukan karya cetak digital yang memungkinkan koleksi karya seni dengan nuansa seperti lukisan asli namun dengan harga lebih terjangkau, serta edisi spesial anggur yang diproduksi melalui kolaborasi dengan importir anggur Italia, BMS International.

Sebagian dari hasil penjualan pameran akan disumbangkan melalui ‘Soru Foundation’ untuk mendukung proyek pemasangan fasilitas tenaga surya dan membantu satu keluarga di Zimbabwe, Afrika. Hwang In-ran berkata, “Saya mengusulkan donasi ini dengan harapan agar kenikmatan karya seni dapat dikembalikan kepada masyarakat.” Hong Ji-sook, direktur Art cube 2R2, menyatakan, “Kami senang dapat memberikan kontribusi berarti bagi masyarakat melalui pameran ini. Ke depannya, kami berencana untuk terus mencoba memadukan kontribusi sosial melalui konten budaya dengan konten seni, serta melanjutkan berbagai kolaborasi dengan para seniman yang memiliki visi yang sama.”

Artikel ini diterjemahkan secara otomatis oleh AI. Mungkin terdapat perbedaan dengan artikel asli berbahasa Korea.
김남희 기자

문화예술 분야와 콘텐츠 관리를 담당합니다.

namhee@bizhankook.com
저작권자 ⓒ 비즈한국 무단전재 및 재배포 금지