[비즈한국] KADEX (Korea Army International Defense Industry Exhibition) 2024, yang diselenggarakan oleh Asosiasi Angkatan Darat Korea (ROKA), resmi dibuka pada tanggal 2 di Gyeryongdae, Chungnam. Upacara pembukaan pameran yang berlangsung hingga tanggal 6 ini dihadiri oleh tokoh-tokoh penting industri pertahanan domestik dan internasional, termasuk Menteri Pertahanan Kim Yong-hyun, Kepala Staf Angkatan Darat Park An-su, Kepala Administrasi Program Akuisisi Pertahanan (DAPA) Seok Jong-gun, Komandan Angkatan Darat AS di Korea (Eighth Army), Wakil Menteri Pertahanan Polandia, dan Komandan Angkatan Darat Kamboja. Namun, karena ini adalah acara yang pertama kali diadakan, muncul kritik mengenai kurangnya persiapan.

KADEX 2024 diselenggarakan di area pameran berbentuk tenda dengan lebar 150 meter dan panjang 340 meter yang didirikan di landasan pacu darurat Gyeryongdae. Menurut penyelenggara, area pameran seluas 37.600 meter persegi ini memiliki skala yang sama dengan total 4 aula di COEX Seoul (36.007 meter persegi).
Sebanyak 365 perusahaan berpartisipasi dalam pameran ini dengan 1.432 stan. Perusahaan pertahanan global seperti Lockheed Martin dari Amerika Serikat, serta perusahaan pertahanan terkemuka Korea seperti Hanwha Aerospace012450, Hyundai Rotem064350, dan LIG Nex1079550 ikut ambil bagian. Selain itu, 46 delegasi dari 27 negara, termasuk menteri pertahanan dari 7 negara dan kepala staf angkatan darat dari 17 negara, akan mengunjungi lokasi acara.
KADEX 2024 menarik perhatian industri pertahanan karena diadakan hanya berselang satu minggu dari DX Korea (Defense Exhibition Korea), yang secara substansial memiliki karakter yang sama sebagai pameran senjata darat. Industri pertahanan menilai perpecahan acara ini terjadi akibat konflik antara penyelenggara (Asosiasi Angkatan Darat) dan pelaksana (Defense Expo) mengenai pembagian keuntungan, setelah DX Korea berubah dari kondisi merugi menjadi untung sejak tahun 2022 setelah lima kali penyelenggaraan.
Asosiasi Angkatan Darat menuduh Defense Expo kurang transparan dalam pelaporan keuangan dengan melebih-lebihkan biaya pameran, sementara Defense Expo menanggapi bahwa Asosiasi Angkatan Darat telah merencanakan konspirasi untuk menyingkirkan mereka. Konflik ini akhirnya berujung pada gugatan hukum, yang menyebabkan kedua belah pihak mengadakan pameran pertahanan masing-masing.
Para ahli menyoroti bagaimana perpecahan pameran pertahanan ini akan memengaruhi kesuksesan yang disebut "K-Defense", yang sedang menikmati masa kejayaan yang belum pernah terjadi sebelumnya di luar negeri. Ada pendapat bahwa karena pameran pertahanan melibatkan sebagian anggaran publik, pameran tahun 2026 harus dikelola langsung oleh Kementerian Pertahanan.
Prakiraan cuaca hujan lebat di wilayah Chungnam pada tanggal 3 juga menjadi perhatian yang mengkhawatirkan. Hal ini dikarenakan pameran diadakan di tenda sementara. Menurut Badan Meteorologi Korea, curah hujan sebesar 20-60 mm diprediksi akan turun pada tanggal 3 (Hari Nasional Gaecheonjeol) dan tanggal 4. Saat ini, tenda pameran di landasan pacu telah dilengkapi dengan listrik, air, jaringan komunikasi, serta fasilitas suara dan siaran. Seorang pejabat militer mengatakan, "Saya khawatir apakah tenda yang dipasang sementara ini akan mampu bertahan saat hujan lebat besok. Terutama, saya berharap perangkat komunikasi, elektronik, dan peralatan lainnya tidak mengalami kerusakan."
Tenda yang digunakan untuk pameran diketahui merupakan buatan Tiongkok. Muncul kritik bahwa tenda aluminium buatan Tiongkok rentan terhadap angin kencang dan memiliki masalah keamanan. Sebagai perbandingan, ADEX tahun lalu menggunakan tenda TFS. Tenda TFS dirancang dengan struktur aerodinamis dengan sudut sisi 56 derajat yang secara efektif dapat mengurangi hambatan angin. Sebaliknya, tenda KADEX 2024 menggunakan struktur tiang vertikal yang ditutup kain, sehingga lebih rentan terhadap angin kencang dibandingkan tenda TFS.

Lebih lanjut, karena acara lain seperti Gyeryong Military Culture Festival dan Ground Forces Festival diadakan bersamaan untuk pertama kalinya tahun ini, terjadi kebingungan di kalangan pengunjung. Pameran pertahanan ini menetapkan tanggal 2-4 sebagai "Business Day" yang hanya bisa dimasuki oleh pihak terkait, sedangkan masyarakat umum baru bisa berkunjung pada tanggal 5-6. Warga yang telah menonton acara lain di sekitar lokasi mencoba mengunjungi stan KADEX namun merasa kecewa setelah diberitahu bahwa mereka tidak bisa masuk. Seorang warga Daejeon, A, mengungkapkan kekecewaannya, "Saya datang bersama keluarga karena mendengar pameran pertahanan terbaik di dunia diadakan. Karena masyarakat umum tidak bisa masuk, kami akhirnya hanya melihat senjata yang dipajang di depan landasan pacu. Sangat disayangkan tidak ada panduan yang jelas, dan area parkir sangat kacau sehingga butuh waktu satu setengah jam hanya untuk parkir."