[비즈한국] Ada pepatah yang mengatakan ‘nilai dari kebersamaan’. Kata-kata ini muncul dalam iklan sebuah perusahaan sekitar 10 tahun yang lalu. Ini adalah salinan kalimat yang indah dengan makna bahwa kekuatan kebersamaan dapat mengubah dunia. Kebersamaan berarti empati atau komunikasi, dan dengan kekuatan ini, kita dapat menciptakan paradigma baru. Seni juga memiliki nilai ketika mendapatkan empati dari masyarakat. Empati muncul dari semangat zaman dan bahasa seni yang universal. ‘Proyek Dukungan Seni Korea’ juga berupaya menunjukkan pemikiran berbagai orang melalui bahasa seni yang mudah. Memasuki musim ke-10, kami mendukung seniman yang berusaha mempraktikkan pemikiran Konfusius bahwa ‘seni yang baik haruslah mudah’.

Saat ini, dalam dunia seni lukis, proporsi ‘tindakan membuat’ semakin lebih tinggi daripada ‘tindakan menggambar’. Hal ini dikarenakan minat terhadap karya yang dibuat dengan mengombinasikan berbagai material jauh lebih besar daripada gambar yang berbasis sketsa. Oleh karena itu, para seniman mencurahkan tenaga untuk menemukan material baru dan menciptakan teknik yang cocok dengannya.
Tren ini muncul karena perubahan pemikiran tentang seni lukis di awal abad ke-20. Selama ini, seni lukis diakui nilainya dalam merepresentasikan realitas atau mengekspresikan cerita. Namun, setelah munculnya fotografi, menggambar realitas mulai menjauh dari tujuan utama seni lukis.
Seni lukis mulai menemukan area yang berbeda dari fotografi dalam hal menangkap pemikiran manusia atau dunia unik sang seniman. Hasilnya, menciptakan dunia baru yang bukan realitas muncul sebagai tujuan seni lukis, dan estetika baru yang sesuai dengan hal tersebut pun terbentuk.


Munculnya seni abstrak adalah hasil yang representatif. Seni abstrak menciptakan wilayah baru bagi seni lukis di dunia yang bukan realitas. Penemuan berbagai material dan penciptaan teknik adalah buktinya.
Perubahan ini mengembangkan seni lukis abad ke-20 secara beragam dan terus berlanjut hingga hari ini. Oleh karena itu, seni lukis modern menyerap material atau teknik dari seni sekitar layaknya tungku peleburan, menunjukkan kemungkinan dunia visual yang baru.
Inilah alasan mengapa seni lukis sebagai seni visual tetap mampu bertahan di realitas di mana ada terlalu banyak hal untuk dilihat. Bahkan setelah munculnya video yang memiliki intensitas kejutan visual jauh lebih kuat, seni lukis tetap menarik perhatian orang dengan efek visual yang baru.
Seni lukis Jung Young-mo juga menarik perhatian dalam konteks ini. Lukisannya terdiri dari subjek yang terlihat agak klise dan material yang tidak begitu baru. Ia melukis komposisi yang menyederhanakan lanskap pegunungan dan sungai dengan cat akrilik. Namun, apa alasan mengapa karyanya tetap mendapatkan perhatian orang untuk waktu yang lama?

Lukisannya terlihat seperti dibuat dengan metode tradisional. Pegunungan hijau memenuhi layar, dengan sungai mengalir di antaranya atau air terjun yang tipis seperti benang. Ada hewan kecil yang menyeberangi lembah, dan terlihat juga perahu dengan pendayung yang sedang mengayuh. Ini adalah lukisan yang membangkitkan adegan lukisan lanskap tradisional.
Namun, ketika kita mendekati lukisannya, tidak ada jejak sapuan kuas. Ini adalah karya yang menunjukkan usaha keras dalam pembuatan, bukan sekadar melukis. Titik-titik dengan berbagai bentuk yang memberikan volume kecil menutupi seluruh layar.
Karya Jung Young-mo menunjukkan karakter yang sama dengan arah material dan teknik yang dikejar oleh seniman abstrak. Ia menerapkan sifat cat akrilik, material yang umum digunakan, untuk menciptakan tekniknya sendiri, dan mengubah lanskap pegunungan—subjek yang sangat akrab bagi kita—menjadi komposisi abstrak, menjadikannya lukisan dengan sensibilitas baru. Karena lahir dari proses dan upaya inilah karyanya masih terus dicintai oleh banyak orang.