[비즈한국] Desain bukan sekadar ekspresi visual, melainkan media penting untuk menyampaikan identitas brand dan membangun interaksi dengan konsumen. Seorang desainer harus memahami secara mendalam peran pekerjaannya dalam sebuah brand, sementara para pengelola brand harus menaruh perhatian pada bagaimana setiap desain membentuk identitas brand tersebut. Kita sering kali cenderung menilai sebuah brand secara sepotong-sepotong, seperti dari logo, produk, atau layanan, padahal kenyataannya sebuah brand tercipta dari harmonisasi seluruh elemen tersebut.

'BrandBiz Conference 2024' akan diselenggarakan pada hari Kamis, 17 Oktober, di Four Seasons Hotel Seoul, Gwanghwamun. Acara yang memasuki tahun ke-8 ini merupakan wadah penting bagi para praktisi di industri desain brand dan pemasaran untuk berkumpul, mengeksplorasi tren terkini, serta strategi inovasi brand. Tema konferensi tahun ini adalah 'Mendesain Brand dengan < >', yang akan memberikan wawasan tentang bagaimana berbagai elemen desain membentuk brand dan membangun identitas perusahaan, serta mengeksplorasi proses di mana brand terhubung lebih dalam dengan konsumennya.
Tren Branding Terkini Melalui 7 Desainer dan 6 Bidang Desain
Konferensi ini akan dibuka dengan presentasi dari Song Bong-kyu, CEO BKID. Dengan tema 'Dari Objek ke Brand, dari Material ke Sistem, dari Kerajinan ke Teknologi', Song akan menjelaskan bagaimana sebuah brand dapat berkembang dari sekadar objek produk menjadi identitas brand. Secara khusus, ia akan menekankan bagaimana pemilihan dan kombinasi material serta perancangan desain dapat mendorong diferensiasi brand, dan bagaimana transisi dari pendekatan kriya (craft) menuju inovasi teknologi dapat menjadi faktor penting dalam pembentukan identitas brand. Melalui hal ini, ia berencana mengupas cara brand memberikan nilai lebih dari sekadar produk fisik dan membangun koneksi mendalam melalui pengalaman nyata.
Selanjutnya, Lee Seong-man, CEO Cosmic Ray, akan membahas 'Lebih dari Sekadar Apa yang Dilihat dan Didengar: Cara Pesan dalam Video Disampaikan', yang menyoroti bagaimana konten video telah menjadi sarana inti dari penceritaan brand. Lee menekankan bahwa video tidak hanya berfungsi sebagai pengalaman visual dan audio, tetapi juga sebagai alat yang ampuh untuk berbagi ikatan emosional dengan konsumen. Selain itu, ia akan memaparkan bagaimana kejelasan dan konsistensi penyampaian pesan dalam desain video memperkuat kredibilitas brand, serta strategi agar brand dapat membentuk ikatan yang lebih erat dengan konsumen.
Jang Ki-won, Creative Director UX/UI di Plus X, akan membawakan topik 'Strategi Desain UI yang Menyampaikan Identitas Brand' dan memaparkan bagaimana desain UI dapat memicu simpati dari berbagai kalangan. Desain UX/UI telah lama menjadi elemen perantara penting yang menyampaikan nilai inti brand kepada pengguna, melampaui sekadar peningkatan kegunaan (usability). Ia akan berbagi strategi tentang bagaimana desain UI yang didekati dari perspektif branding bagi pengguna dari berbagai lapisan dapat memicu simpati luas, serta menciptakan pengalaman yang lebih menarik bagi pengguna melalui kepercayaan dan identitas brand yang terbangun.

Kim Seong-yun, Creative Director Heyz, akan mengangkat tema 'Kemasan, Pengalaman Brand yang Paling Terasa Dekat', dengan menekankan bahwa kemasan adalah titik sentuh pertama dan elemen pengalaman yang sangat penting bagi konsumen. Desain kemasan adalah sarana untuk menyampaikan nilai brand secara intuitif kepada konsumen, dan ia berpendapat bahwa penceritaan (storytelling) serta koneksi emosional di dalamnya sangat penting untuk membentuk loyalitas konsumen. Direktur Kim diperkirakan akan memberikan wawasan strategis tentang cara brand meninggalkan kesan pertama yang kuat melalui kemasan serta memperkuat koneksi antara brand dan produk.
Jeong Yeon-jin, CEO Collective B, akan berbicara mengenai 'Ruang bagi Mereka yang Memiliki Hak Pakai, Bukan Hak Milik', dengan memaparkan tentang ruang yang mencerminkan desain berorientasi pengguna di era yang terus berubah. CEO Jeong berencana mengupas strategi di mana ruang tidak lagi sekadar elemen fisik, tetapi dapat dimanfaatkan sebagai platform pengalaman brand. Secara khusus, ia akan meninjau bagaimana ruang sebagai perpanjangan dari pengalaman brand dapat membangun ikatan emosional dengan konsumen dan memungkinkan mereka merasakan nilai yang ditawarkan brand secara langsung.
Terakhir, Kwon Jun-ho dan Kim Eo-jin, Co-CEO Daily Practice, akan membahas 'Keseharian, Praktik, dan Studio', yang mengeksplorasi bagaimana desain dapat terhubung secara alami dengan konsumen dalam kehidupan sehari-hari. Kedua CEO ini akan mengkaji proses di mana identitas grafis menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, bukan sekadar hiasan visual. Mereka akan mendiskusikan bagaimana setiap elemen desain meresap ke dalam kehidupan konsumen dan memberikan pengalaman yang natural, serta bagaimana gambar dan pola yang ditemui berulang kali dalam keseharian dapat tertanam dalam pada indra individu. Mereka juga akan menjelaskan proses di mana elemen grafis dimanfaatkan dan diwujudkan secara nyata melalui praktik desain untuk menciptakan koneksi visual yang berkelanjutan.
Menjadi Momen Bermakna oleh Desainer, untuk Desainer
BrandBiz Conference memiliki tradisi di mana salah satu pembicara dari konferensi tahun sebelumnya mengambil peran untuk memimpin dan mengatur keseluruhan jalannya konferensi tahun berikutnya. Tahun ini, peran tersebut dipegang oleh Shin Myung-seop, Co-founder sekaligus penasihat Plus X, yang menarik perhatian setelah presentasinya mengenai desain berbasis AI tahun lalu.

Penasihat Shin mengatakan, "Brand tidak hanya terbatas pada logo atau produk saja, melainkan membangun identitasnya melalui berbagai elemen desain. Itulah sebabnya desainer harus berusaha memahami brand, dan pengelola brand harus menaruh perhatian pada desain." Selain itu, Shin juga mengungkapkan latar belakang pemilihan tema ini dengan mengatakan, "Ada banyak brand di dunia yang melekat di benak orang-orang dan terus bermunculan, namun kami ingin mendengarkan cerita tentang melalui proses desain seperti apa brand-brand tersebut dibuat, mendiskusikannya bersama, dan mengeksplorasi alternatif yang lebih baik."
Mengingat BrandBiz Conference tahun ini akan menghadirkan para desainer praktisi papan atas, perhatian lebih besar dicurahkan pada desain konferensi itu sendiri dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Identitas desain secara keseluruhan dikerjakan oleh perusahaan konsultan desain independen, 'Scheme', yang menuangkan tema tahun ini ke dalam visual secara mendetail.
Hyun Da-jung, CEO Scheme, menyatakan, "Secara umum, inti dari sebuah konferensi terletak pada penyampaian pesan kepada audiens melalui suara dan visual. Kami memperhatikan fakta bahwa suara setiap pembicara berbeda, dan bentuk suara tersebut pun akan berbeda-beda." CEO Hyun mengungkapkan niat desainnya dengan mengatakan, "Saya ingin menekankan bahwa meskipun topik yang dibahas dalam 6 bidang desain tersebut mengekspresikan identitas brand dengan cara yang berbeda, pada akhirnya semuanya memiliki satu tujuan yang sama, dan kami fokus untuk menuangkannya ke dalam elemen visual."
Konferensi ini bersifat berbayar, dan sebagai keuntungan *early bird*, terdapat diskon sebesar 25% untuk pendaftaran 4 orang atau lebih. Informasi lebih lanjut, termasuk detail pemesanan tiket, dapat dilihat di situs web resmi BrandBiz Conference.
Kim Won-yang, CEO Ilyo Shinmun, mengatakan, "BrandBiz Conference sangat bermakna karena setiap tahunnya mengangkat topik dari berbagai perspektif dengan fokus pada elemen bisnis esensial yaitu branding. Tahun ini, kami berencana membahas desain brand yang tersampaikan secara paling intuitif dan cepat kepada konsumen secara lebih mendalam dari tahun-tahun sebelumnya, jadi kami mengharapkan antusiasme yang lebih besar lagi."
Sebelum sesi utama BrandBiz Conference 2024, ajang penghargaan 'Object by Prize' akan kembali digelar seperti tahun sebelumnya. Penghargaan akan diberikan kepada perusahaan pemenang di setiap kategori, dan pengumuman 'Goods of the Year' untuk barang (goods) terbaik tahun ini dipastikan akan semakin menarik minat banyak pihak.