주메뉴바로가기본문바로가기
비즈한국 비즈한국

'Kartu Dana Gelap' yang Dimainkan Direktur Roh Soh-yeong, Langkah Cerdas atau Blunder?

Artikel ini diterjemahkan secara otomatis oleh AI. Mungkin terdapat perbedaan dengan artikel asli berbahasa Korea.  Read original in Korean →

[비즈한국] Sosok yang membangkitkan kembali mimpi buruk tentang dana gelap ilegal yang kejam dari mendiang mantan Presiden Roh Tae-woo bukanlah orang lain, melainkan putrinya sendiri, Direktur Art Center Nabi, Roh Soh-yeong. Dalam persidangan perceraian dan pembagian harta gono-gini, Direktur Roh menggunakan catatan rincian dana gelap milik ibunya untuk mendapatkan posisi yang menguntungkan. Direktur Roh mengutip poin 'Seonkyung 30 miliar won' dari catatan tersebut, mengklaim bahwa karena 30 miliar won dari dana gelap itu dipinjamkan ke Seonkyung (sekarang SK), maka aset yang terbentuk melalui uang tersebut adalah bagian miliknya. Majelis hakim menerima argumen tersebut dan menjatuhkan putusan agar pihak lawan membayar uang tunai sekitar 1,4 triliun won.

Direktur Art Center Nabi, Roh Soh-yeong, yang menyinggung soal dana gelap ayahnya, mendiang mantan Presiden Roh Tae-woo, dalam persidangan perceraian dengan Ketua SK Choi Tae-won. Foto=Reporter Im Jun-seon
Direktur Art Center Nabi, Roh Soh-yeong, yang menyinggung soal dana gelap ayahnya, mendiang mantan Presiden Roh Tae-woo, dalam persidangan perceraian dengan Ketua SK 034730 Choi Tae-won. Foto=Reporter Im Jun-seon

Kasus perceraian Direktur Roh Soh-yeong kembali menjadi perhatian publik karena merupakan tragedi yang melibatkan pernikahan antara putra dari ketua konglomerat terkemuka di Korea dan putri seorang presiden, yang kala itu menjadi isu terbesar. Secara khusus, kasus perceraian ini dijuluki sebagai 'perceraian abad ini' karena putusan pembagian harta yang fantastis, menarik perhatian baik di dalam maupun luar negeri. Selain itu, proses persidangan ini mengejutkan publik karena menghidupkan kembali mimpi buruk tentang 'Dana Gelap Roh Tae-woo'.

Lantas, mengapa Direktur Roh nekat memainkan 'kartu dana gelap' yang berbahaya ini? Para ahli hukum berpendapat bahwa keinginan Direktur Roh untuk menang sangat besar hingga rela menggunakan kartu dana gelap sekalipun. Meski langkah berani Direktur Roh berhasil di tingkat banding, muncul analisis bahwa langkah ini bisa menjadi bumerang baginya. Hal ini dikarenakan dana yang diungkapkan oleh Direktur Roh bukanlah aset murni dari pihak keluarga ibu, melainkan uang haram yang diperas secara kejam oleh ayahnya, mantan Presiden Roh, dan disembunyikan serta dikelola oleh ibunya, Ibu Kim Ok-sook.

Pada akhirnya, muncul kecurigaan bahwa Direktur Roh sudah mengetahui adanya dana gelap yang seharusnya masuk ke kas negara namun tidak tersita, dan ia sengaja menggunakannya sebagai kartu pembalik keadaan di tingkat banding. Tidak sedikit kritik yang menyebut bahwa Direktur Roh mengklaim dana gelap yang berasal dari darah dan keringat rakyat sebagai uangnya sendiri, serta secara tidak tahu malu melontarkan logika seolah menuntut "kembalikan uangku".

Upacara pemakaman kenegaraan mendiang mantan Presiden Roh Tae-woo yang berlangsung di Peace Plaza, Olympic Park, Seoul pada Oktober 2021. Foto=Bizhankook DB
Upacara pemakaman kenegaraan mendiang mantan Presiden Roh Tae-woo yang berlangsung di Peace Plaza, Olympic Park, Seoul pada Oktober 2021. Foto=Bizhankook DB

Di kalangan hukum, diyakini bahwa Direktur Roh jelas mengetahui bahwa itu adalah dana gelap, dan saat berkonsultasi dengan pengacaranya, ia tidak hanya menyusun strategi kemenangan tetapi juga mempertimbangkan masalah yang mungkin timbul di masa depan akibat dana gelap tersebut. Kalangan masyarakat sipil berpendapat, "Betapa putus asanya Direktur Roh Soh-yeong demi memenangkan persidangan hingga harus mengerahkan kartu dana gelap," seraya menambahkan, "Direktur Roh seharusnya meminta maaf terlebih dahulu kepada publik mengenai dana gelap ini." Faktanya, meski sudah tiga bulan berlalu sejak putusan banding, Direktur Roh belum mengeluarkan pernyataan apa pun terkait dana tersebut.

Seorang narasumber dari kalangan hukum menyampaikan, "Bukan hanya Direktur Roh Soh-yeong sendiri, bahkan kuasa hukumnya pun bungkam soal dana gelap ini. Hal ini dinilai karena mereka mengantisipasi kecaman keras dari publik dan memang tidak ada lagi yang bisa dikatakan."

Setelah ayahnya, mantan Presiden Roh Tae-woo, meninggal dunia pada Oktober 2021, Direktur Roh sempat menulis di media sosialnya sekitar sebulan kemudian, "Senang rasanya tidak ada warisan yang perlu diurus. Hanya ada satu rumah di Yeonhui-dong, dan itu pun saya serahkan kepada adik laki-laki saya. Sebagai gantinya, saya hanya mengambil selimut." Direktur Roh juga menambahkan tulisan, "Meskipun ayah hanya memberiku selembar selimut..."

Pernyataan Direktur Roh Soh-yeong bahwa ia hanya menerima selembar selimut ternyata terungkap sebagai upaya pencitraan yang munafik bahkan sebelum genap 3 tahun. Ayahnya, Roh Tae-woo, ternyata meninggalkan dana gelap ilegal dalam jumlah fantastis bagi keluarganya, dan Direktur Roh sendiri yang mengungkapkannya. Jika menghubungkan klaim Direktur Roh, maka apa yang ditinggalkan ayahnya bukan hanya selembar selimut, melainkan warisan senilai kurang lebih 1,4 triliun won yang bermodalkan dana gelap 30 miliar won tersebut.

Artikel ini diterjemahkan secara otomatis oleh AI. Mungkin terdapat perbedaan dengan artikel asli berbahasa Korea.
콘텐츠기획팀
bizhk@bizhankook.com
저작권자 ⓒ 비즈한국 무단전재 및 재배포 금지