주메뉴바로가기본문바로가기
비즈한국 비즈한국

Investasi Paling Umum
Saat Pasar Saham Bergejolak, 'Diversifikasi Investasi' Adalah yang Terbaik

Artikel ini diterjemahkan secara otomatis oleh AI. Mungkin terdapat perbedaan dengan artikel asli berbahasa Korea.  Read original in Korean →

[비즈한국] Jika kita menabung secara konsisten setiap hari, berapa banyak yang bisa terkumpul saat pensiun nanti? Menurut Asosiasi Perbankan Korea, suku bunga produk deposito berjangka utama (tenor 1 tahun) di 5 bank besar yaitu KB Kookmin, Shinhan, Hana, Woori, dan NH Nonghyup berada di kisaran 3,35~3,40% per tahun. Meskipun terkadang ada produk dengan suku bunga khusus di atas suku bunga acuan jika mendaftar pada periode tertentu, sebagian besar produk tersebut memiliki jangka waktu antara 6 bulan hingga 1 tahun. Oleh karena itu, semakin banyak investor yang beralih ke produk investasi yang menjanjikan keuntungan lebih.

Tentu saja, produk investasi yang memberikan keuntungan lebih tinggi dari bunga deposito memiliki risiko kehilangan modal. Namun, bagi mereka yang sudah memiliki pengalaman investasi, mereka tahu bahwa produk dengan risiko menengah dan keuntungan menengah adalah pilihan yang tepat. Produk investasi individu dapat dipilih sesuai dengan profil risiko dan target keuntungan investor. Selain itu, ada baiknya untuk mencermati karakteristik dan strategi keuntungan masing-masing produk.

Di pasar dengan volatilitas tinggi, diversifikasi investasi sangat penting untuk mendapatkan keuntungan yang stabil, dan produk dengan risiko menengah-keuntungan menengah seperti ETF covered call kini menarik perhatian. Foto=AI Generatif
Di pasar dengan volatilitas tinggi, diversifikasi investasi sangat penting untuk mendapatkan keuntungan yang stabil, dan produk dengan risiko menengah-keuntungan menengah seperti ETF covered call kini menarik perhatian. Foto=AI Generatif

Para ahli menyarankan bahwa di masa dengan volatilitas tinggi seperti sekarang, melakukan diversifikasi investasi dalam jangka panjang sangatlah penting. Terutama jika Anda fokus pada investasi saham, ada baiknya melirik ETF (Exchange Traded Fund). ETF memiliki keunggulan karena dapat diperdagangkan secara waktu nyata seperti saham sehingga bebas untuk dibeli dan dijual, serta biaya pengelolaannya lebih rendah dibandingkan reksa dana biasa.

ETF pertama yang diperkenalkan di Korea adalah produk yang melacak indeks KOSPI 200 dan terdaftar pada tahun 2002. Pasar ETF yang dimulai dengan skala 30 miliar won pada saat itu kini telah tumbuh menjadi 160 triliun won. Sejak saat itu, berbagai ETF dengan aset dasar dan strategi investasi yang beragam telah terdaftar. Baru-baru ini, di tengah kondisi pasar yang lesu, ETF 'covered call' menarik perhatian.

Ketika arah indeks tidak pasti, para ahli merekomendasikan strategi 'covered call'. Ini adalah metode di mana investor memegang saham fisik sambil menjual call option (hak untuk membeli saham pada harga yang telah ditentukan) dengan harga sedikit lebih tinggi dari harga pasar saat ini, guna mengharapkan keuntungan tambahan saat indeks turun. Melalui keuntungan dari saham fisik dan premi dari penjualan call option, investor bisa mendapatkan keuntungan di atas indeks saat harga saham naik perlahan atau bergerak mendatar (sideways). Sebaliknya, jika harga saham turun, tingkat keuntungan tertentu masih bisa terlindungi.

Namun, jika harga saham melonjak melebihi harga eksekusi opsi, kenaikan keuntungan bisa menjadi terbatas. Meskipun keuntungan dari saham yang dimiliki membaik, peningkatan keuntungan reksa dana secara keseluruhan akan berkurang karena kerugian akibat penjualan call option. Oleh karena itu, ETF covered call lebih cocok bagi investor yang memperkirakan indeks akan naik secara perlahan tanpa lonjakan drastis, dibandingkan bagi mereka yang mencari keuntungan besar dalam jangka pendek.

Belakangan ini, seiring dengan pasar saham yang bergerak mendatar, manajer aset terus meluncurkan ETF covered call yang meningkatkan keuntungan dividen. Namun, muncul kekhawatiran bahwa karena beberapa manajer aset menambahkan istilah 'tingkat distribusi%premium' pada nama ETF covered call, investor mungkin salah mengira bahwa target keuntungannya sudah pasti. Menanggapi hal ini, Layanan Pengawas Keuangan (Financial Supervisory Service) memperingatkan agar investor lebih berhati-hati. Karena struktur dan komposisi ETF covered call berbeda-beda di setiap produk, investor harus memeriksanya dengan teliti dan memilih produk dengan mempertimbangkan tingkat risiko yang sanggup mereka tanggung.

ETF dapat mengalami delisting seperti halnya saham. Tentu saja, tidak seperti delisting saham, dana investasi dalam ETF tetap bisa ditarik kembali. Namun, jika ETF mengalami delisting, dana mungkin akan tertahan karena semua saham dan obligasi yang dimiliki harus dijual terlebih dahulu untuk diuangkan sebelum dibayarkan kepada investor.

Meskipun demikian, dengan adanya berbagai isu pasar seperti pertemuan FOMC AS bulan September dan pemilihan presiden AS bulan November, diversifikasi investasi sangat penting untuk menavigasi pasar yang volatil. Tidak harus selalu ETF covered call, Anda perlu menaruh minat pada berbagai jenis ETF lainnya. Seol Tae-hyun, peneliti di DB Financial Investment016610 menjelaskan, "Saat ketidakpastian pasar meningkat, faktor volatilitas rendah sering kali mengungguli (outperform) pasar," dan menambahkan, "Contoh ETF bertema volatilitas rendah yang terdaftar di Korea antara lain mencakup sektor konsumsi baru dan platform, sementara di AS terdapat ETF terkait inovasi perawatan kesehatan, umur panjang, dan investasi kelautan."

Artikel ini diterjemahkan secara otomatis oleh AI. Mungkin terdapat perbedaan dengan artikel asli berbahasa Korea.
김세아 금융 칼럼니스트
writer@bizhankook.com
저작권자 ⓒ 비즈한국 무단전재 및 재배포 금지