[비즈한국] Park Gyu-ri, anggota girl group 'Kara' yang juga aktif sebagai aktris, telah menawarkan gedung miliknya di Seorae Village yang dibeli pada tahun 2013 seharga 4,8 miliar won dengan harga 22 miliar won bulan lalu. Jika transaksi ini berhasil, ia akan mencatatkan keuntungan investasi sebesar 17,2 miliar won atau 3,6 kali lipat dari modal awal, yang menarik perhatian besar dari industri properti.

Pemimpin girl group generasi kedua Kara, Park Gyu-ri, membeli gedung di Seorae Village pada tahun 2013. Menurut dokumen registrasi properti, Park membeli gedung berlantai dua dengan satu lantai bawah tanah (luas total bangunan 570,72㎡, 173 pyeong) dan lahan (697,5㎡, 211 pyeong) di Banpo-dong, Seocho-gu, Seoul, seharga 4,8 miliar won pada November 2013 dan telah memilikinya selama lebih dari 10 tahun. Bangunan ini dibangun sebagai rumah tinggal pada tahun 1983, namun pemilik sebelumnya mengubah peruntukannya menjadi toko ritel dan tempat parkir di lantai bawah tanah, serta kantor di lantai 1 dan 2 pada tahun 2007. Park sendiri tidak mengubah peruntukan tersebut setelah membelinya. Selama lebih dari 10 tahun, Park mendapatkan keuntungan sewa dari bangunan ini. Saat ini, terdapat total 5 hak tanggungan (mortgage) yang terdaftar pada properti ini dengan nilai gabungan sebesar 6,756 miliar won.

Bulan lalu, Park Gyu-ri menawarkan gedung di Seorae Village yang telah dimilikinya selama lebih dari 10 tahun ke pasar properti. Harga jual yang diinginkan Park dilaporkan mencapai 22 miliar won. Jika penjualan ini terealisasi, ia akan meraih keuntungan sebesar 3,6 kali lipat dari modal awal atau sekitar 17,2 miliar won. Jika dikonversi berdasarkan nilai tanahnya saja, itu berarti ia membeli lahan tersebut dengan harga 22 juta won per 3,3㎡ (1 pyeong) dan menjualnya kembali seharga 100 juta won per 3,3㎡. Menurut pelaku industri properti, harga tersebut tergolong lebih tinggi dibandingkan harga pasar sekitar, mengingat pada bulan Juni tahun ini, lahan lain di Seorae Village ditransaksikan seharga sekitar 68,6 juta won per 3,3㎡. Analisis menyebutkan bahwa harga ini mencerminkan rencana pengembangan distrik yang sedang didorong untuk memperbaiki area hunian tua di Seorae Village, serta status lahan tersebut sebagai area hunian umum yang memungkinkan perubahan fungsi kembali menjadi rumah tinggal.