주메뉴바로가기본문바로가기
비즈한국 비즈한국

Wawasan Properti
3 Hambatan yang Menghambat Proyek Pembangunan Kembali dan Rekonstruksi

Artikel ini diterjemahkan secara otomatis oleh AI. Mungkin terdapat perbedaan dengan artikel asli berbahasa Korea.  Read original in Korean →

[비즈한국] Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, dan Transportasi mengumumkan pada tanggal 3 September bahwa rancangan undang-undang tentang 'Undang-Undang Khusus Percepatan Proyek Rekonstruksi dan Pembangunan Kembali' serta revisi 'Undang-Undang tentang Pemeliharaan Lingkungan Perkotaan dan Tempat Tinggal' telah diusulkan oleh anggota parlemen Kim Eun-hye pada tanggal 2 September 2023. RUU ini merupakan tindak lanjut dari rencana perluasan pasokan perumahan yang diumumkan pada 8 Agustus, dengan tujuan utama menyederhanakan prosedur yang rumit dalam proyek rekonstruksi dan pembangunan kembali, serta memperkuat sistem manajemen perizinan guna mempercepat proyek dan mengurangi ketidakpastian dalam proses pelaksanaannya.

올해 1월 공사비 미지급으로 공사가 중단된 서울 은평구 대조동 대조1구역 주택재개발 현장 입구에 공사 중단 안내문이 걸려 있다. 현대건설은 조합이 새로운 집행부를 꾸리자 6월 공사를 재개했다. 사진=연합뉴스
Pemberitahuan penghentian konstruksi terpampang di pintu masuk lokasi pembangunan kembali perumahan Sektor 1 Daejo, Daejo-dong, Eunpyeong-gu, Seoul, yang sempat terhenti pada bulan Januari tahun ini akibat tunggakan biaya konstruksi. Hyundai E&C000720 kembali melanjutkan konstruksi pada bulan Juni setelah pihak asosiasi membentuk kepengurusan baru. Foto=Yonhap News

Undang-Undang Khusus ini bertujuan untuk menciptakan momentum perubahan paradigma kebijakan ke arah perbaikan prosedur yang cenderung kaku di bawah undang-undang pemeliharaan kota dan peraturan terkait yang ada, serta memperkuat dukungan. Poin utamanya mencakup penyederhanaan prosedur, penyelesaian ketidakpastian proyek, dan pelonggaran regulasi.

RUU ini dijadwalkan mulai berlaku 3 bulan setelah diumumkan, dan jika disahkan, diharapkan prosedur proyek rekonstruksi dan pembangunan kembali akan lebih sederhana serta durasi proyek akan menjadi lebih singkat. Itu pun, jika tidak ada penolakan dari pihak oposisi.

국토교통부는 9월 2일 ‘재건축·재개발사업 촉진에 관한 특례법’ 제정안과 ‘도시 및 주거환경정비법’ 개정안이 발의됐다고 발표했다. 자료=국토교통부
Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, dan Transportasi mengumumkan pada tanggal 2 September bahwa RUU 'Undang-Undang Khusus Percepatan Proyek Rekonstruksi dan Pembangunan Kembali' serta revisi 'Undang-Undang tentang Pemeliharaan Lingkungan Perkotaan dan Tempat Tinggal' telah diusulkan. Data=Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, dan Transportasi

Pada September 2024, proyek pemeliharaan rekonstruksi dan pembangunan kembali di Korea Selatan memainkan peran kunci dalam memperluas pasokan perumahan dan memperbaiki lingkungan perkotaan, namun masih terdapat banyak masalah. Secara khusus, prosedur dan regulasi yang rumit, konflik antar pemangku kepentingan, serta beban ekonomi menjadi penghambat bagi pelaksanaan proyek. Jika masalah ini tidak diselesaikan, masalah kekurangan pasokan perumahan di kota-kota besar seperti Seoul kemungkinan akan semakin memburuk. Oleh karena itu, perlu dilakukan analisis terhadap permasalahan saat ini dan mencari solusi konkret untuk memperbaikinya.

Pertama, prosedur yang rumit dan berlarut-larut.

Masalah terbesar dalam proyek rekonstruksi dan pembangunan kembali adalah prosedur administratif yang kompleks, yang menyebabkan durasi proyek menjadi sangat panjang. Biasanya, dibutuhkan waktu lebih dari 10 tahun dari tahap awal hingga selesai. Dalam proses pelaksanaan proyek, terdapat banyak tahapan pertimbangan dan perizinan yang harus dilalui, dan sering kali terjadi penundaan karena koordinasi yang kurang lancar antar lembaga terkait di setiap tahapannya. Sebagai contoh, prosedur seperti pembentukan rencana pemeliharaan, pembentukan asosiasi, persetujuan rencana pelaksanaan proyek, dan izin rencana manajemen aset diproses secara independen, bahkan terkadang melalui proses peninjauan yang tumpang tindih.

Penundaan administratif yang terjadi dalam proses ini memberikan beban ekonomi yang berat bagi warga dan asosiasi yang berpartisipasi dalam proyek, serta menurunkan efisiensi ekonomi proyek. Semakin lama proyek tertunda, semakin tinggi biaya konstruksi dan beban keuangan, yang pada akhirnya meningkatkan beban biaya (iuran) yang harus ditanggung oleh warga.

Untuk memperbaikinya, durasi proyek dapat dipersingkat melalui penyederhanaan prosedur dan pemrosesan paralel. Dalam 'Undang-Undang Khusus Percepatan Rekonstruksi dan Pembangunan Kembali' yang diusulkan saat ini, terdapat ketentuan untuk menyusun rencana dasar dan rencana pemeliharaan secara bersamaan, serta memperkenalkan metode pemrosesan paralel antara rencana manajemen aset dan rencana pelaksanaan proyek. Memperluas langkah-langkah ini, mengintegrasikan prosedur peninjauan yang tumpang tindih dalam seluruh proses proyek, dan membentuk lembaga koordinasi tingkat pemerintah pusat untuk menyelesaikan perbedaan pendapat antar lembaga terkait secara cepat juga sangat diperlukan.

Kedua, masalah konflik antar pemangku kepentingan yang sering terjadi.

Proyek rekonstruksi dan pembangunan kembali memiliki struktur yang kompleks dengan berbagai pemangku kepentingan yang terlibat. Selain anggota asosiasi, perusahaan konstruksi, dan pemerintah daerah yang terlibat langsung, terdapat pula kepentingan dan kebutuhan yang berbenturan dari pihak lain seperti non-anggota, penyewa, dan warga sekitar. Secara khusus, mudah terjadi konflik di dalam asosiasi terkait masalah biaya konstruksi, perhitungan harga jual, masalah relokasi, dan kompensasi.

Konflik antar pemangku kepentingan ini menyebabkan keterlambatan proyek, dan terkadang bahkan menyebabkan proyek tersebut dibatalkan. Misalnya, jika terjadi sengketa antara asosiasi dan perusahaan konstruksi terkait kenaikan biaya konstruksi, sering kali hal tersebut berujung pada gugatan hukum yang menghentikan proyek. Selain itu, jika kepercayaan antara pengurus asosiasi dan anggota asosiasi runtuh, situasi ekstrem seperti pembubaran atau restrukturisasi asosiasi bisa terjadi.

Untuk menyelesaikan konflik, tampaknya diperlukan lembaga mediasi konflik. Pemerintah perlu memperkuat sistem pengiriman tim mediasi sengketa yang sedang digalakkan baru-baru ini, serta membangun sistem mediasi yang adil untuk menangani tidak hanya masalah internal asosiasi, tetapi juga sengketa biaya konstruksi dengan perusahaan konstruksi dan konflik antar warga dengan cepat. Selain itu, untuk meningkatkan transparansi asosiasi, audit akuntansi dan prosedur verifikasi biaya konstruksi harus diwajibkan, dan informasi harus disediakan dengan cara yang mudah dipahami oleh anggota asosiasi.

Ketiga, peningkatan beban ekonomi. Saat ini, ini dianggap sebagai masalah yang paling utama.

Peningkatan beban ekonomi pada proyek rekonstruksi dan pembangunan kembali menjadi masalah. Semakin lama proyek berlangsung, kenaikan biaya konstruksi akan meningkatkan beban iuran anggota. Dalam kasus rekonstruksi, hal ini sangat memberatkan warga lanjut usia yang tinggal di perumahan tua. Jika beban biaya yang harus ditanggung terlalu tinggi, beberapa warga akan kesulitan untuk berpartisipasi, yang belakangan ini cukup sering menyebabkan penundaan atau pembatalan proyek.

Selain itu, seiring dengan kenaikan harga bahan bangunan dan biaya tenaga kerja, perusahaan konstruksi juga semakin sering menuntut kenaikan biaya konstruksi. Anggota asosiasi sering kali menolak hal ini, yang kemudian berujung pada perselisihan.

Sebagai langkah perbaikan untuk meringankan beban ekonomi, diperlukan dukungan fiskal dan dukungan keuangan yang aktif dari pemerintah. Pemerintah dapat memberikan pinjaman rekonstruksi bunga rendah untuk perumahan tua yang memenuhi standar tertentu, atau memperluas dukungan fiskal dengan syarat penyediaan perumahan sewa publik dalam proporsi tertentu. Selain itu, perlu dicari cara untuk meningkatkan kelayakan proyek dan mengurangi beban iuran melalui insentif seperti pelonggaran rasio lantai bangunan (floor area ratio).

Per September 2024, proyek pemeliharaan rekonstruksi dan pembangunan kembali di Korea Selatan menghadapi berbagai masalah. Untuk menyelesaikannya, diperlukan perbaikan komprehensif seperti penyederhanaan prosedur, penyelesaian konflik, pengurangan beban ekonomi, dan penguatan aspek publik. Hanya dengan kerja sama antara pemerintah, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan untuk menyusun solusi yang realistis dan efektif, masalah regenerasi kota dan pasokan perumahan dapat teratasi sekaligus menciptakan stabilitas hunian bagi warga. Dalam penyelesaian masalah perumahan, tidak ada partai penguasa maupun oposisi. Saya dengan tulus berharap mereka dapat bekerja sama.

Kim Hak-ryeol, kepala SmartTube Real Estate Research Institute yang dikenal dengan nama pena 'Pashong', pernah menjabat sebagai ketua tim di Divisi Riset Properti Gallup Korea. Ia mengelola dan membawakan blog Naver 'Pashong-ui Sesang Dapsagi' dan saluran YouTube 'Stew TV'. Buku-buku karyanya antara lain 'Prinsip Mutlak Real Estat Seoul (2023)', 'Masa Depan Real Estat Incheon (2022)', 'Prinsip Mutlak Investasi Real Estat Kim Hak-ryeol (2022)', 'Peta Masa Depan Real Estat Korea Selatan (2021)', 'Mulai Sekarang Hanya yang Naik yang Akan Naik (2020)', dan 'Manual Penggunaan Real Estat Korea Selatan (2020)'.

Artikel ini diterjemahkan secara otomatis oleh AI. Mungkin terdapat perbedaan dengan artikel asli berbahasa Korea.
김학렬 스마트튜브 부동산조사연구소장

필명 빠숑으로 유명한 김학렬 스마트튜브 부동산조사연구소장은 한국갤럽조사연구소 부동산조사본부 팀장을 역임했다. 네이버 블로그 ‘빠숑의 세상 답사기’와 유튜브 ‘스튜TV’를 운영·진행하고 있다. 저서로 ‘3040 부린이 처음 부동산 투자(2026)’ ‘다시쓰는 대한민국 부동산 사용 설명서(2025)’ ‘경기도 부동산의 힘(2024)’ ‘서울 부동산 절대원칙(2023)’ ‘인천 부동산의 미래(2022)’ ‘김학렬의 부동산 투자 절대원칙(2022)’ ‘대한민국 부동산 미래지도(2021)’ ‘이제부터는 오를 곳만 오른다(2020)’ 등이 있다.

writer@bizhankook.com
저작권자 ⓒ 비즈한국 무단전재 및 재배포 금지