[비즈한국] Olimpiade kembali digelar di Paris, Prancis setelah 100 tahun. Olimpiade Paris yang dibuka pada tanggal 26 (waktu setempat) dijadwalkan akan berlangsung selama 17 hari. Biasanya, selama periode Olimpiade, tidak hanya pemasaran dari perusahaan global dan sponsor yang semakin intens, tetapi investor juga menaruh perhatian pada perusahaan-perusahaan tersebut. Namun, Olimpiade kali ini tampaknya sulit untuk menikmati efek spesial yang instan.
Sektor perwakilan yang selalu menantikan Olimpiade adalah TV. Hal ini didasari oleh harapan bahwa ajang olahraga besar akan mendorong peningkatan permintaan untuk TV baru maupun penggantian TV lama. Perusahaan global seperti Samsung Electronics005930 dan LG Electronics066570 berencana untuk memperkuat penetrasi pasar dengan memperkenalkan berbagai produk. LG Electronics saat ini fokus pada pemasaran TV dan mengadakan acara diskon tidak hanya di Korea tetapi juga di Prancis. Begitu pula dengan produk IT lainnya.

Sebagai sponsor resmi Olimpiade, Samsung Electronics menyampaikan kemeriahan Olimpiade Paris melalui teknologi selulernya. Pada tanggal 10 lalu, mereka mengadakan acara peluncuran ponsel pintar lipat baru di Paris dan membagikan Galaxy Z Flip6 Olympic Edition kepada sekitar 17.000 atlet yang berpartisipasi. Ketua Samsung Electronics, Lee Jae-yong, juga mengunjungi lokasi Olimpiade untuk pertama kalinya dalam 12 tahun sejak Olimpiade London 2012. Dikabarkan bahwa Ketua Lee menyaksikan dan memberikan dukungan pada pertandingan penting atlet Korea, serta fokus pada pemasaran ponsel pintar Galaxy. Kim Woo-min, yang memenangkan medali renang setelah 12 tahun, diharapkan memberikan efek iklan saat berfoto bersama peraih medali lain sambil memegang Galaxy Z Flip6.
Sektor lain yang sering dianggap sebagai penerima manfaat Olimpiade adalah makanan, minuman, atau toko swalayan yang sering dinikmati sambil menonton pertandingan olahraga. Di antaranya adalah perusahaan minuman beralkohol seperti HiteJinro000080 dan Lotte Chilsung005300, perusahaan terkait ayam seperti Harim, Maniker, dan Kyochon F&B, serta toko swalayan seperti BGF Retail282330 dan GS Retail. Saham terkait tayangan seperti CJ ENM, Skylife, dan CJ HelloVision juga sempat dibicarakan.
Namun, saham-saham terkait Olimpiade kali ini tampak lesu. Meskipun di masa lalu saham terkait sering menunjukkan tren kenaikan menjelang Olimpiade atau Piala Dunia, efek Olimpiade kali ini tampaknya tidak tercermin pada harga saham. Selain bola tangan putri, Korea gagal meloloskan tim sepak bola dan bisbol, sehingga hanya mengirimkan 143 atlet di 21 cabang olahraga. Ini adalah jumlah kontingen terkecil dalam 48 tahun sejak Olimpiade Montreal 1976. Hal ini terjadi karena minat nasional yang berkurang dibandingkan sebelumnya, kegagalan lolos kualifikasi cabang olahraga populer seperti sepak bola dan basket, serta perbedaan zona waktu.
Sebaliknya, pasar saat ini lebih memperhatikan pemilihan umum AS dan arah kebijakan suku bunga Federal Reserve AS. Lee Seung-woo, seorang peneliti di Eugene Investment & Securities, memprediksi, "Di tengah ketidakpastian politik dan volatilitas harga saham yang mengguncang pasar, minggu ini akan menjadi minggu yang sangat krusial dengan adanya pengumuman kinerja perusahaan Big Tech dan pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) yang dapat memberikan gambaran mengenai kemungkinan penurunan suku bunga." Minggu ini terdapat banyak agenda yang harus dicermati investor, mulai dari kinerja saham teknologi utama, indikator ketenagakerjaan, hingga pertemuan kebijakan moneter di Jepang dan AS. Singkatnya, minggu ini lebih menuntut perhatian pada politik dan kekhawatiran ekonomi global daripada efek spesial Olimpiade.
Secara khusus, rasa takut investor meningkat karena indeks KOSPI yang sempat menembus angka 2900 pada tanggal 10 lalu, turun ke kisaran 2700-an dalam dua minggu. Di tengah ekspektasi penurunan suku bunga Fed yang mencapai puncaknya, yen Jepang melonjak karena kekhawatiran kenaikan suku bunga Bank of Japan (BOJ), adanya 'Trump Trade' (fenomena modal yang mengalir ke saham yang diuntungkan jika Trump terpilih), isu penguatan regulasi semikonduktor oleh pemerintahan Biden, kejutan kinerja Tesla, dan ketidakpastian mengenai pengeluaran modal terkait AI serta kontribusi keuntungan Alphabet, yang membuat saham teknologi dan indeks pasar secara keseluruhan terguncang. Lee Kyung-min, peneliti di Daishin Securities, memprediksi, "Suasana pasar saham global termasuk KOSPI dan Nasdaq akan berbalik setelah melewati pertemuan BOJ dan FOMC pada akhir bulan ini hingga awal bulan depan, serta musim laporan keuangan yang sesungguhnya." Peneliti Lee menyarankan, "Sesaat sebelum fajar adalah waktu yang paling gelap, dan ketika sentimen ketakutan merajalela, diperlukan respons yang aktif."