[비즈한국] Meritz Securities008560 menarik perhatian karena laba bersihnya yang hanya tumbuh tipis meski pendapatan perusahaan melonjak tajam pada tahun lalu.
Menurut Sistem Pengungkapan Elektronik Layanan Pengawasan Keuangan (FSS), pendapatan operasional (setara dengan pendapatan penjualan di sektor manufaktur) Meritz Securities secara konsolidasi pada tahun 2020 tercatat sebesar 16,6048 triliun won, melonjak 39,3% dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 11,9125 triliun won. Pada periode yang sama, laba operasional juga meningkat 21,7% menjadi 827,9 miliar won dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 679,9 miliar won. Namun, laba bersih hanya tumbuh 1,9% menjadi 565,1 miliar won dari 554,5 miliar won pada tahun sebelumnya.

Menurut Sistem Pengungkapan Elektronik Layanan Pengawasan Keuangan (FSS), pendapatan operasional (setara dengan pendapatan penjualan di sektor manufaktur) Meritz Securities secara konsolidasi pada tahun 2020 tercatat sebesar 16,6048 triliun won, melonjak 39,3% dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 11,9125 triliun won. Pada periode yang sama, laba operasional juga meningkat 21,7% menjadi 827,9 miliar won dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 679,9 miliar won. Namun, laba bersih hanya tumbuh 1,9% menjadi 565,1 miliar won dari 554,5 miliar won pada tahun sebelumnya.
Jika melihat kinerja berdasarkan laporan individual, skala laba operasional dan laba bersih justru menurun. Pendapatan operasional meningkat 39% menjadi 15,9437 triliun won dibandingkan tahun sebelumnya, namun laba operasional dan laba bersih tercatat sebesar 652,2 miliar won dan 423,8 miliar won, yang masing-masing mengalami penurunan sebesar 9,7% dan 28% dibandingkan tahun sebelumnya.
Penyebab penurunan laba bersih ini diduga berasal dari memburuknya investasi alternatif. Biaya non-operasional konsolidasi Meritz Securities tahun lalu mencapai 142,358 miliar won, melonjak 447,3% dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 26,008 miliar won. Hal ini disebabkan oleh kerugian dari perusahaan yang menggunakan metode ekuitas. Meritz Securities mencatat kerugian metode ekuitas sebesar 129,989 miliar won. Angka ini meningkat 1028,8% dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 11,515 miliar won. Mengingat laba bersih Meritz Securities berada di kisaran 400 hingga 500 miliar won, kerugian dari investasi metode ekuitas tahun lalu dinilai memberikan dampak yang signifikan.
Perusahaan yang menggunakan metode ekuitas bagi Meritz Securities merupakan perusahaan asosiasi. Perusahaan asosiasi adalah perusahaan di mana Meritz Securities dapat memberikan pengaruh tetapi tidak memiliki kendali penuh. Jika melihat daftar perusahaan asosiasi Meritz Securities, banyak di antaranya merupakan perusahaan investasi alternatif.
Korea Investment Aircraft Fund No. 5 dan No. 6, yang berinvestasi pada aset pesawat terbang, masing-masing mencatat kerugian bersih sebesar 115,1 miliar won dan 111,7 miliar won tahun lalu. Heungkuk Flight Private Placement Investment Fund No. 12 dan No. 13, yang berinvestasi pada aset serupa, juga mencatat kerugian bersih masing-masing sebesar 36,4 miliar won dan 19,6 miliar won. Maastern Europe Private Placement Real Estate Investment Trust No. 5, yang berinvestasi pada aset properti, mencatat kerugian bersih sebesar 101,6 miliar won. Perusahaan pengembang real estat Gongpyeong 156 PFV juga mencatat kerugian bersih sebesar 57,1 miliar won.
Akibatnya, terdapat cukup banyak perusahaan asosiasi di mana Meritz Securities melakukan penurunan nilai (impairment) secara signifikan pada nilai bukunya. Korea Investment Aircraft Fund No. 5 memiliki biaya perolehan sebesar 38,1 miliar won, namun nilai bukunya diturunkan menjadi 13,8 miliar won. Korea Investment Aircraft Fund No. 6 memiliki biaya perolehan 10,1 miliar won, namun nilai bukunya hampir seluruhnya dihapuskan menjadi 1.000 won. Heungkuk Flight Private Placement Investment Fund No. 11 juga memiliki biaya perolehan 10,2 miliar won namun nilai bukunya kini hampir seluruhnya dihapuskan menjadi 1.000 won. Biaya perolehan Heungkuk Flight Private Placement Investment Fund No. 12 adalah 72,5 miliar won, namun nilai bukunya diturunkan sebesar lebih dari 10 miliar won menjadi 58,1 miliar won.
Hal ini memicu kekhawatiran terhadap Meritz Securities. Seorang pejabat dari lembaga pemeringkat kredit mengatakan, "Kami terus memantau potensi kebangkrutan Meritz Securities yang banyak melakukan investasi alternatif luar negeri seperti dana properti. Jika arus kas negatif ini terus berlanjut, hal tersebut akan berdampak negatif pada peringkat kredit perusahaan."
Pihak Meritz Securities menjelaskan, "Kami menganggap kinerja ini cukup baik di tengah kondisi yang ada. Penurunan laba bersih individual tahun lalu terjadi karena kinerja tahun sebelumnya mencakup dividen yang diterima dari Meritz Capital."