주메뉴바로가기본문바로가기
비즈한국 비즈한국

Eksklusif
Ketua Kehormatan GS Heo Chang-soo Menjual Rumah di Seongbuk-dong Sehari Sebelum Berakhirnya Penangguhan Pajak Keuntungan Modal

Artikel ini diterjemahkan secara otomatis oleh AI. Mungkin terdapat perbedaan dengan artikel asli berbahasa Korea.  Read original in Korean →

[비즈한국] Ketua Kehormatan GS Heo Chang-soo dikonfirmasi telah menjual rumah tunggal miliknya di Seongbuk-dong, Seongbuk-gu, Seoul, tepat sebelum berakhirnya masa penangguhan pajak berat (heavy taxation) bagi pemilik rumah ganda. Saat menandatangani kontrak penjualan, Ketua Kehormatan Heo berstatus sebagai pemilik rumah ganda karena selain rumah tersebut, ia juga memiliki apartemen mewah di Ichon-dong, Yongsan-gu, Seoul. Baru-baru ini, di kalangan dunia usaha juga tercatat serangkaian kasus penjualan rumah yang dilakukan menjelang berakhirnya masa penangguhan pajak keuntungan modal (capital gains tax).

Ketua Kehormatan GS Heo Chang-soo (foto) dikonfirmasi telah menjual rumah tunggal miliknya di Seongbuk-dong, Seongbuk-gu, Seoul, tepat sebelum berakhirnya masa penangguhan pajak berat bagi pemilik rumah ganda. Foto=Tim Peliputan Foto Majelis Nasional

Berdasarkan liputan Bizhankook, Ketua Kehormatan GS Heo Chang-soo menjual rumah tunggal di Seongbuk-dong, Seongbuk-gu, Seoul senilai 4,5 miliar won pada tanggal 10 lalu. Pembelinya adalah perusahaan manajemen real estat yang berlokasi di Gangnam-gu, Seoul. Kedua belah pihak menyelesaikan proses balik nama kepemilikan dua bulan setelah menandatangani kontrak penjualan pada 8 Mei. Tepat sebelum balik nama, pada tanggal 6, Ketua Kehormatan Heo mengubah peruntukan rumah tersebut menjadi fasilitas lingkungan (fasilitas komersial). Namun, standar penentuan status kepemilikan rumah penjual saat transaksi properti didasarkan pada tanggal kontrak penjualan.

Ketua Kehormatan Heo Chang-soo telah memiliki rumah di Seongbuk-dong selama 33 tahun. Setelah membeli lahan seluas 723㎡ (219 pyeong) di area tersebut pada Oktober 1980, ia membangun rumah tunggal berlantai dua dengan satu lantai bawah tanah pada Oktober 1993. Pada Oktober 2009, ia juga melakukan renovasi untuk memperluas lantai di atas permukaan tanah. Pada saat penjualan, selain rumah tunggal di Seongbuk-dong, Ketua Kehormatan Heo juga memiliki properti lain seperti LG Hangang Xi Apartment seluas 243㎡ di Ichon-dong, Yongsan-gu, Seoul.

Kontrak penjualan ini ditandatangani sehari sebelum berakhirnya masa penangguhan pajak keuntungan modal bagi pemilik rumah ganda. Pemerintah pada bulan Februari memutuskan untuk mengakhiri penangguhan pajak keuntungan modal bagi pemilik rumah ganda sesuai jadwal pada 9 Mei. Masa penangguhan tersebut diperluas hingga mencakup kontrak penjualan yang ditandatangani pada saat keputusan dibuat hingga permohonan izin transaksi tanah pada April lalu. Pajak keuntungan modal bagi pemilik rumah ganda adalah sistem yang mengenakan pajak lebih berat saat pemilik properti di wilayah yang diatur (adjustment area) menjual rumah mereka.

Tarif pajak yang dikenakan saat pemilik rumah ganda menjual rumah bisa mencapai maksimal 82,5%. Tarif dasar pajak keuntungan modal saat ini berada di kisaran 6-45% tergantung pada standar pajak, namun terdapat tambahan 20%p bagi pemilik dua rumah dan 30%p bagi pemilik tiga rumah atau lebih. Khusus untuk pemilik tiga rumah atau lebih, tarif pajak keuntungan modal yang berat sebesar 75% ditambah dengan pajak pendapatan daerah (10%) membuat tarif pajak tertinggi mencapai 82,5%. Selain itu, saat pajak keuntungan modal yang berat diberlakukan, manfaat 'pemotongan khusus untuk kepemilikan jangka panjang', yang mengurangi keuntungan modal berdasarkan masa kepemilikan, juga tidak berlaku.

Belakangan ini, di kalangan dunia usaha, terjadi serangkaian kasus pelepasan kepemilikan rumah menjelang berakhirnya masa penangguhan pajak berat. Sebelumnya, Ketua Shinsegae Group Chung Yong-jin menandatangani kontrak penjualan rumah tunggal miliknya di Hannam-dong, Yongsan-gu, Seoul senilai 25,5 miliar won pada 6 Mei. Pembelinya adalah Buyoung Housing, dan balik nama kepemilikan diselesaikan pada tanggal 8 bulan yang sama. Rumah tersebut dibeli oleh Ketua Chung dari ibunya, Ketua Umum Shinsegae Group Lee Myung-hee, senilai 16,1 miliar won pada September 2018.

Won Jong-hoon, konsultan pajak utama di Gaon Tax, menganalisis, "Pajak keuntungan modal adalah beban pajak yang ditanggung saat melakukan penjualan. Seseorang mungkin berpikir untuk tetap mempertahankan rumah tanpa menjualnya, namun di tengah situasi reformasi sistem pajak termasuk pajak kepemilikan (holding tax) yang diperkirakan akan terjadi, tekanan psikologis akibat sulitnya mempertahankan status kepemilikan rumah ganda kini beralih pada keputusan untuk melakukan penjualan."

Artikel ini diterjemahkan secara otomatis oleh AI. Mungkin terdapat perbedaan dengan artikel asli berbahasa Korea.
차형조 기자

건설·부동산 시장과 재계 이슈를 취재합니다. 열린 마음으로 듣고 정확하게 쓰겠습니다.

cha6919@bizhankook.com
저작권자 ⓒ 비즈한국 무단전재 및 재배포 금지