[비즈한국] Negosiasi upah dan perjanjian kerja bersama (PKB) IPARK Hyundai Industrial Development akhirnya mencapai kesepakatan setelah melalui empat tahap mediasi di Komisi Perburuhan Pusat (Central Labor Relations Commission). Negosiasi antara manajemen dan serikat pekerja yang dimulai sejak Januari tahun ini telah mengalami kebuntuan selama hampir setengah tahun terkait besaran kompensasi, termasuk tingkat kenaikan gaji dan bonus kinerja. Dengan selesainya negosiasi yang berkepanjangan melalui proses mediasi ini, beban bagi kedua belah pihak pun berkurang.

Menurut keterangan pihak industri pada tanggal 16, manajemen dan serikat pekerja IPARK Hyundai Industrial Development menyusun kesepakatan bersama untuk Perjanjian Upah dan Kerja Bersama tahun 2026 serta menandatangani persetujuan mediasi dalam rapat mediasi keempat di Komisi Perburuhan Pusat pada hari tersebut. Meskipun tidak ditemukan titik temu pada rapat pertama tanggal 1, rapat kedua tanggal 6, dan rapat ketiga tanggal 14, akhirnya kesepakatan tercapai pada pertemuan keempat. Rapat hari ini diadakan dengan metode kunjungan ke kantor pusat.
Tingkat kenaikan gaji yang disepakati oleh kedua belah pihak adalah 4% untuk standar peringkat evaluasi personal B+. Menurut kesepakatan tersebut, tingkat kenaikan gaji berdasarkan peringkat evaluasi personal di IPARK Hyundai Industrial Development tahun 2026 adalah: S 8,5%, A 5,5%, B+ 4,0%, B 3,5%, C 2,5%, dan D -2,0%. Kenaikan gaji akan berlaku efektif per 1 Januari 2026, namun dikecualikan bagi karyawan yang baru bergabung setelah 1 Januari dan karyawan yang mengundurkan diri sebelum tanggal pembayaran gaji.
Manajemen dan serikat pekerja juga sepakat untuk memberikan bonus kinerja setelah empat tahun. Tingkat pemberian bonus kinerja adalah 50%, berdasarkan jumlah yang mencakup gaji pokok, tunjangan kerja yang diakui, dan tunjangan jabatan. Awalnya, perusahaan menawarkan bonus tunai sebesar 2 juta won per orang, namun kesepakatan akhir mencakup skema pemberian bonus kinerja berbasis persentase.
Item kesejahteraan karyawan juga dimasukkan dalam kesepakatan akhir. Mulai tahun 2026, perusahaan akan mengalokasikan 2 kamar di Oak Valley Resort yang dikelola oleh afiliasi perusahaan kepada seluruh karyawan melalui sistem undian. Selain itu, karyawan yang telah menggunakan cuti tahunan minimal 10 hari pada tahun 2026 akan diberikan tambahan 1 hari 'Family Day'. Family Day tersebut dapat digunakan hingga 31 Januari 2027.
Kedua belah pihak menetapkan masa berlaku perjanjian kerja bersama ini selama 2 tahun. Ke depannya, jika tahun berlakunya perjanjian kerja bersama bertepatan dengan perjanjian upah yang bersifat tahunan, keduanya akan ditandatangani secara bersamaan. Serikat pekerja menjelaskan bahwa karena kesepakatan mediasi Komisi Perburuhan Pusat ini memiliki kekuatan hukum yang sama dengan perjanjian kerja bersama, maka kesepakatan tersebut diterima tanpa perlu pemungutan suara terpisah oleh anggota serikat. Dengan mediasi ini, negosiasi perjanjian upah dan perjanjian kerja bersama telah berakhir secara bersamaan.
Negosiasi upah dan perjanjian kerja tahun ini sempat mengalami kesulitan panjang. Pada tanggal 18 bulan lalu, IPARK Hyundai Industrial Development menyampaikan proposal upah kepada serikat pekerja yang berisi kenaikan gaji sebesar 4,0% untuk standar B+ dan bonus 2 juta won per orang. Serikat pekerja menuntut kenaikan gaji sebesar 4,6% untuk standar B+, bonus kinerja sebesar 150%, serta perbaikan sistem kesejahteraan. Kedua belah pihak menunjukkan perbedaan posisi yang lebih besar pada metode kompensasi kinerja dibandingkan dengan tingkat kenaikan gaji.
Secara khusus, pemberian bonus kinerja telah menjadi masalah yang berulang dalam negosiasi upah dan kolektif baru-baru ini. Manajemen dan serikat pekerja IPARK Hyundai Industrial Development sempat mengalami pemogokan selama proses negosiasi tahun 2023 karena masalah pemberian bonus kinerja. Kemudian, pada negosiasi tahun 2024 dan 2025, keduanya juga berbeda pendapat mengenai apakah bonus kinerja harus diberikan atau tidak. Akhirnya, bonus kinerja yang dituntut oleh serikat pekerja selama 3 tahun terakhir tidak tercermin dalam kesepakatan akhir.
Negosiasi upah tahun ini dinilai menjadi beban berat bagi kedua belah pihak karena bertepatan dengan peringatan 50 tahun berdirinya perusahaan dan lesunya kondisi industri konstruksi. Serikat pekerja melihat tahun ini sebagai kesempatan bagi anggota dan karyawan untuk mendapatkan kompensasi yang adil, namun perusahaan bersikap hati-hati dengan mempertimbangkan kondisi manajemen. Tahun lalu, laba operasional konsolidasi IPARK Hyundai Industrial Development adalah 248,6 miliar won, meningkat 34,7% dibandingkan tahun sebelumnya, dan laba bersih meningkat 1,6% menjadi 158,1 miliar won.
Kim Dong-hyun, Ketua Serikat Pekerja Hyundai IPARK, menyatakan, “Setelah melalui mediasi berulang kali di Komisi Perburuhan Pusat, kami berhasil mendapatkan pembayaran bonus kinerja di tahun peringatan 50 tahun berdirinya perusahaan ini. Saya berterima kasih kepada anggota yang telah menunggu, dan berdasarkan pencapaian tahun ini, kami akan menjadi serikat pekerja yang lebih berusaha dan komunikatif.”