주메뉴바로가기본문바로가기
비즈한국 비즈한국

[Proyek Dukungan Seni Korea Musim ke-12] Song Gwang-chan - Menjadikan Keseharian Biasa Menjadi Luar Biasa

Artikel ini diterjemahkan secara otomatis oleh AI. Mungkin terdapat perbedaan dengan artikel asli berbahasa Korea.  Read original in Korean →

[비즈한국]  Program dukungan seniman 'Proyek Dukungan Seni Korea' Musim ke-12 yang bertujuan untuk menyuburkan tanah seni rupa Korea telah dimulai. Inisiatif ini kini telah diakui oleh dunia seni sebagai ajang yang bermakna dalam menemukan dan membina para seniman. Di kalangan seniman sendiri, proyek ini dikenal sebagai ajang yang sangat diminati. Kata kunci dasar yang telah diusung oleh 'Proyek Dukungan Seni Korea' sejak awal adalah 'penerimaan terhadap beragam arus seni Korea dan pencarian perubahan yang progresif'. Sebagai buah dari prinsip tersebut, proyek ini dinilai telah berhasil menetapkan sudut pandang dalam memandang seni kontemporer Korea.

Seniman Song Gwang-chan menangkap keseharian melalui fotografi. Ia mengubah keseharian tersebut menjadi pemandangan yang asing dengan teknik inframerah. Foto=Reporter Park Jung-hoon

Kita merasa nyaman dengan realitas atau pemandangan yang sudah dikenal. Di tempat yang tidak familiar, kita akan tenggelam dalam perasaan asing. Namun, di sana terdapat kegembiraan yang aneh. Sebuah debaran hati.

Lalu, bagaimana rasanya jika ada debaran di tengah kenyamanan? Itu seperti penyimpangan kecil dalam hidup orang-orang biasa yang berpijak pada rutinitas yang stabil, atau perasaan yang kita temui saat pertama kali tiba di destinasi wisata. Begitu pula dengan kegembiraan halus yang dirasakan saat tiba-tiba menemukan pemandangan tak terduga yang tersembunyi di tempat wisata yang indah.

Ada kalanya realitas yang familier tampak asing. Jika kita memberikan sedikit perhatian pada keseharian biasa yang kita temui setiap hari, kita bisa menemukannya kapan saja. Pemandangan unik yang diciptakan oleh alam pun termasuk dalam kategori tersebut.

Sisa-sisa Gameunsaji 76×115cm, Digital Pigment Print, 2021

Awan gumpalan berwarna merah darah yang bermekaran diselimuti cahaya senja di akhir musim panas setelah diguyur hujan deras. Bulan raksasa yang tampak tidak nyata tiba-tiba muncul di antara gedung-gedung kota menjelang bulan purnama. Pemandangan desa yang bersinar terang terkena cahaya matahari dengan latar belakang awan hitam pekat yang penuh hujan. Bulan putih yang tergantung di langit biru saat kita memandangnya tanpa sengaja. Cakrawala istana yang terlihat di pusat kota Seoul yang penuh dengan bangunan bertingkat.

Saat kita menjumpai pemandangan seperti ini di tengah rutinitas yang membosankan—di mana hari kemarin terasa sama dengan hari ini, dan esok pun tidak akan jauh berbeda—kita sering kali mendapatkan kejutan yang menyegarkan. Hal ini mirip dengan kegembiraan saat menemukan debaran di balik rasa familier.

Bukankah kesegaran yang dibawa oleh seni juga seperti ini? Membuat materi yang sangat sehari-hari tampak baru adalah salah satu syarat karya agung. Banyak mahakarya yang tercatat dalam sejarah seni menemukan wajah baru dari realitas yang akrab seperti ini.

Arah karya yang dikejar oleh Song Gwang-chan juga merupakan pencarian sudut pandang asing yang ada di balik rasa familier. Ia menangkap pemandangan sehari-hari yang akrab melalui fotografi. Karyanya merekam suasana pusat kota, pemandangan jalanan, keseharian biasa di kota asing, atau sosok orang-orang yang berpapasan tanpa disadari.

Kkotdam (Tembok Bunga) 150×100cm, Digital Pigment Print, 2016
YouTube 동영상

Esensi dari media fotografi pada dasarnya adalah menangkap realitas tanpa dikurangi atau ditambah. Realitas yang selama ini menjadi lingkup karya Song Gwang-chan adalah pemandangan yang sangat akrab bagi kita. Namun, itu tampak tidak nyata. Hal ini karena ada sudut pandang asing di dalam pemandangan yang familier tersebut.

Begitu pula dengan sudut pandang sang seniman yang menunjukkan sisi dalam istana yang berdampingan dengan bangunan modern, serta bunga-bunga yang mekar di pekarangan istana yang diolah menjadi monokrom untuk menciptakan suasana yang aneh. Seolah-olah ingin menunjukkan jarak waktu antara istana dan zaman yang kita tinggali saat ini. Sang seniman mengatakan bahwa ia menggunakan 'teknik inframerah' untuk menciptakan efek tersebut.

"Saya mencoba menangkap dunia melalui teknik inframerah. Sama seperti pemandangan biasa yang bisa menjadi istimewa tergantung pada interpretasi dan tujuan masing-masing individu, tempat yang dilihat melalui panjang gelombang tertentu akan menampilkan keseharian yang biasa menjadi sedikit lebih spesial."

Oleh karena itu, di dalam foto karya Song Gwang-chan, terdapat debaran yang terasa familier namun tidak nyata.

Artikel ini diterjemahkan secara otomatis oleh AI. Mungkin terdapat perbedaan dengan artikel asli berbahasa Korea.
전준엽 화가·비즈한국 아트에디터
writer@bizhankook.com
저작권자 ⓒ 비즈한국 무단전재 및 재배포 금지